Film Karya Mahasiswa FIB Diputar di Brazil Bulan Maret Ini

17 Februari 2017

Padang-Film karya mahasiswa FIB Unand dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Relair berhasil masuk seleksi pemutaran film di Brazil, yaitu Amazon Underground Film Festival.

Panitia film telah membuka pendaftaran pada akhir tahun 2016 kemarin, serta mengumumkan film yang masuk 15 nominasi dan akan diputar pada bulan Maret 2017 ini. UKMF Relair masuk 40 besar dalam Amazon Underground Film Festival tersebut. UKMF Relair sudah dipastikan akan diberikan sertifikat dan trofi.

“Pendaftaran untuk mengikuti festival ini sebesar 30 euro. Kami membayar dengan sistem paypall internasional,” ujar Findo Bramata Sandi, Pimmpinan Produksi UKMF relair.

Lebih lanjut, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2013 ini menyatakan bahwa Relair masih UKM yang baru dibentuk di Fakultas Ilmu Budaya. Selama ini mereka memproduksi dan mengikuti festival film dengan biaya pribadi Relair. Oleh karena itu, mereka dipastikan tidak dapat berangkat ke Brazil untuk menerima penghargaan secara langsung.

“Meskipun kami tidak pergi ke Brazil akibat terkendala biaya, tapi pihak panitia sudah memastikan untuk mengirim trofi dan sertifikat. Tujuan kami ke Brazil sebenarnya bukan untuk euforia saja, melainkan berbagi pengalaman dunia film dari berbagai negara. Sebab, kami satu-satunya wakil dari Indonesia yang terpilih,” ujar Findo Bramata Sandi.

Meskipun demikian, seluruh anggota UKMF Relair berharap agar mendapat bantuan dalam bentuk dana transportasi menuju Brazil. “Meskipun tidak semua anggota bisa pergi, setidaknya tiga orang anggota bisa berangkat ke sana,” ujar Ketua UKMF Relair, Findo Bramata Sandi.

Terkait keberangkatan ini, anggota UKMF Relair sudah mempersiapkan translator dan mencari informasi tentang budaya Brazil agar tidak terjadi shock culture.

“Mengenai administrasi sudah kami urus dan kami sedang mencari sponsor dari berbagai pihak, termasuk dari kementerian. Saat ini kami sedang menunggu follow up dari pihak yang terkait,” ujar Mahareta Iqbal Jamal, Direktur Utama UKMF Relair.

Mengenai anggota UKMF yang akan berangkat, Findo menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga orang yang harus pergi. “Saya dari Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2013, Elsa dari Jurusan Sastra Inggris angkatan 2013, dan Muhaimin Nurrizqy dari Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2013. Elsa yang mengurus administrasi tentang film ini sekaligus menjadi translator, sementara Muhaimin dan saya sendiri merupakan orang yang memproduksi film dokumenter Relair ini.”

Sejauh ini, pihak UKMF Relair mengaku belum mendapatkan bantuan dari pihak fakultas maupun universitas. Pihak yang terlibat dalam produksi film Relair adalah Findo Bramata selaku sutradara, Muhaimin Nurrizqy dan Zikwan Al Mahmubi selaku kamerawan, dan Afdal Zikri selaku manajer produksi. Sebelumnya, film Relair juga pernah lolos dalam seleksi final festival film di Bali tahun 2014 lalu.

Peserta yang mengirim film cukup banyak dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia. “Saya ingat sekali ketika mengirim dengan nomor pendaftaran 1024. Itu nomor pendaftaran film kami. Artinya, mungkin lebih dari seribu peserta yang mendaftar. Yang saya ingat film dari negara-negara yang lolos seleksi ialah Srilanka, Thailand, Kanada, dan beberapa negara di Eropa,” ujar Findo Bramata Sandi.

Sejauh ini, para anggota Relair sangat berharap mendapat dukungan dalam bentuk biaya transportasi menuju negara Brazil. Mereka menyatakan bahwa akan sangat disayangkan jika keberangkatan mereka terhalang oleh dana.

Tak hanya itu, anggota Relair juga berharap dengan alat produksi. “Sejauh ini, untuk memproduksi film Relair, kami masih meminjam beberapa alat, serta menyewa beberapa alat,” jelas Findo Bramata.

Ke depannya, mereka berharap agar mendapat bantuan berupa alat yang memadai agar produksi film-film selanjutnya bisa berjalan dengan lancar. (Info: FIB)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 754 times