Live Streaming Rapat Terbuka Dies Natalis Fakultas Ekonomi Universitas Andalas ke 60 Tahun  Klik tombol ini untuk melihat
Toggle Bar

FIB Unand Gelar ICCAH

07 September 2017

Padang (Unand) - Dalam rangka memperingati Lustrum VII Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menggelar Internasional conference on Culture Arts and Humanities (ICCAH) dengan mengusung tema Global Change for Better Human Life pada Kamis (7/9) yang berlangsung di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.

Conference international ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Dr. Hasanuddin, MSi.

Diah Tyahaya Iman, Ph. D conference chair mengatakan konferensi ini merupakan konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh program studi Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas bekerja sama dengan Universitas Malaya, Universitas Kebangsaan Malaysia, dan Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora, Ho Ci Minh, Vietnam. 

“Konferensi ini bertujuan untuk menyusun forum intelektual bagi para ilmuwan, peneliti, pendidik, dan mahasiswa dari berbagai bidang studi untuk berbagi ide, wawasan dan pengetahuan mengenai sejumlah isu dalam budaya, bahasa, sastra, pendidikan, dan seni,”ungkapnya. 

Dikatakannya presenter dan peserta dari konferensi ini berasal dari berbagai negara seperti India, Malaysia, Vietnam, dan negara lainnya.

“Selain itu, konferensi ini juga terbuka untuk para pembicara akademis dan non akademik, termasuk, instansi lembaga pemerintah, LSM, peneliti dan mahasiswa (Doktor, Magister, dan Sarjana),”sebutnya.

Ditambahakannya kedepannya konferensi ini kemungkinan akan diadakan dimalaysia atau bahkan di Vietnam. 

Dipilihnya tema ini karena perubahan yang terjadi didunia ini disebabkan perpindahan penduduk yang disebut global migration yang memberi pengaruh sangat besar terhadap budaya dan pendidikan maupun cara berfikir dan cara remaja menanggapi pengaruh luar.

“Disinilah perannya pendidik untuk meneliti perubahan dan memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa ini adalah pengaruh global migration,”sambungnya. 

Harapannya hasil penilitian ini dapat memberikan pertimbangan untuk para pembuat keputusan ditingkat pemerintahan terhadap isu-isu social apa saja yang perlu menjadi pertimbangan dalam membuat keputusan.

Maupun juga ditingkat universitas seperti bagaimana untuk menghasilkan lulusan dari perguruan tinggi yang memeliki daya saing baik itu softskill maupun knowledge dari lulusan tersebut.

Conference ini menghadirkan Keynote Speaker yaitu Tan Sri Dr. Rais Yatim (Penasehat Sosio Budaya Kerajaan Malaysia).

Selain menghadirkan Keynote Speaker conferece ini juga menghadirkan Invited Speaker yaitu Prof. Emiritus tsuyoshi Kato (Kyoto University Japan), Prof. Nursyirwan Efendi (Universitas Andalas) Diah Tyahaya Iman, M. Litt, Ph. D dan Mirna Elfira, Ph. D

Tan Sri Dr. Rais Yatim mengungkapkan topik yang diangkat dalam conference ini sangat bagus dan menjadi sangat penting bagi umat manusia.

Ditambahkannya satu hal yang penting dan perlu dikatakan adalah bahwa perubahan global telah mempengaruhi budaya kita.

“Tiap kali mereka menciptakan sesuatu, tiap kali pula budaya kita berubah seperti computer, internet, facebook, whatsapps semuanya mengubah budaya berkomunikasi,”sambungnya. 

Ia mengutarakan bahasa Indonesia dan bahasa melayu sudah cukup kuat untuk berdiri sendiri dan menjadi bahasa ASEAN atau salah satu bahasa PBB.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 208 times