Visi dan Misi Universitas Andalas  Klik tombol ini untuk Melihat
Toggle Bar

Kepala Perwakilan BI Sumbar Bahas Ekonomi Sumbar di Unand

13 Februari 2018

Padang (Unand) - Kepala perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Edy Dwi Tjahyono membahas Perekonomian Sumatera Barat dalam seminar Prosepek Perekonomian Sumatera Barat pada Selasa (13/2) di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tercatat tumbuh moderat dari 5,27% (yoy) pada tahun 2016 menjadi 5,27 (yoy) pada tahun 2017 dengan realisasi tersebut ekonomi sumatera barat menduduki posisi tertinggi kedua di kawasan sumatera.

Secara historis pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat berada di kisaran 6,0% namun sejak tahun 2015 perekonomian Sumatera Barat nyaris stagnan pada level 5,0% dan mengalami tren perlambatan seiring dengan menurunnya harga komoditas internasional.

Meskipun demikian pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat secara perlahan mengalami perbaikan tercemin dari pertumbuhan ekonomi tahun 2017 dapat tumbuh moderat dibandingkan realisasi tahun 2016.

Sumber penopang pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tahun 2017 berasal dari meningkatnya komsumsi rumah tangga dan aktivitas ekspor luar negeri sedangkan dari sisi lapangan usaha sumber pertumbuhan berasal dari membaiknya kinerja pertanian dan perdangangan.

Dijelaskannya struktur Pendapatan Domestic Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat selama tiga tahun terakhir ditopang oleh empat sector utama yaitu pertanian, perdagangan, transportasi dan pergudangan serta industri pengolahan.

Sedangkan lapangan usaha pertanian didominasi oleh subsector tanaman bahan makanan dan subsector perkebunan khususnya kelapa sawit dan karet yang memberikan pangsa sebesar 55,6% dari total pertanian Sumatera Barat.

Kinerja lapangan usaha perdagangan sangat bergantung pada aktivitas komsumsi rumah tangga serta dipengaruhi oleh kunjungan wisatawan seiring dengan maraknya penyelenggaraan berbagai kegiatan di Sumatera Barat.

Sementara itu, kinerja transportasi dan pergudangan sangat dipengaruhi oleh momentum lebaran dan liburan sekolah yang berdampak pada kenaikan permintaan angkutan udara serta peningkatan pengiriman paket seiring maraknya transaksi belanja online.

Inflasi Sumatera Barat tercatat sebesar 2,03% (yoy) lebih rendah dibandingkan inflasi nasional dan kawasan sumatera masing-masing sebesar 3,61% (yoy) dan 3,30 % (yoy).

“Posisi sumbar terendah ke 5 secara nasional dan terendah se Sumatera,”ungkapnya.

Menurutnya rendahnya inflasi sumatera barat dikarenakan sumbangsih pergerakan harga pangan yang mencatat deflasi sebesar 4,65% (yoy).

Humas dan Protokol Unand

 

Read 109 times