Informasi Penerimaan Mahasiswa Jalur Mandiri Universitas Andalas melalui Jalur SMMPTN Barat dan PMB D3 dan Intake D3 Fakultas Ekonomi  Klik tombol ini :http://pmb.unand.ac.id
Toggle Bar

PUSaKO Unand Adakan Expert Meeting Asymmetry in Decentralised System

22 Maret 2018

Padang (Unand) – Pusat Studi Konsitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas bekerjasama dengan Hanns Seidel Foundation, Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada dan Keraton Yogyakarta mengadakan pertemuan dengan para ahli desentralisasi dari berbagai negara dalam mendiskusikan problematika desentraliasi dari masing-masing negara dengan tema Expert Meeting Asymmetry in Decentralised System Balancing Regional Diversity with National Harmony pada Kamis (22/3) di Ruang Rapat Auditorium Kampus Universitas Andalas Limau Manis Padang. 

Feri Amsari,S. H., M.H.,LLM. Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) selaku Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas saat ditemui tim Humas Universitas Andalas mengatakan tujuan pertemuan ini sebagai media pembelajaran bagi peneliti desentraliasi untuk dapat mempelajari problematika serta solusi akibat dari desentralisasi asimetri yang ada pada masing-masing negara. 

”Tujuanya sederhana yaitu sama-sama belajar dari masing-masing negara soal problematika desentraliasi. Faktanya masalah desentralisasi menjadi masalah terbesar tidak hanya ada di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain,” tambahnya.

Feri Amsari,S. H., M.H.,LLM menjelaskan Sumatra Barat dengan adat Minangkabaunya memilih tata negara yang simetris dan ini menjadi suatu hal yang unik bagi para ahli/peneliti desentralisasi dunia, minangkabau bisa menjadi Centre of Excellent.   

Harapannya setelah Expert Meeting ini, Universitas Andalas menjadi pusat (Centre) kajian desentraliasasi yang dapat dikenal oleh publik dunia.

Indonesia memiliki daerah desentralisasi Asimetris yaitu Naggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Papua dan Papua Barat. Selain di Indonesia, desentralisasi juga ada di negara-negara lain seperti di Eropa antara Barcelona-Spanyol terjadi perseteruan memisahkan diri Spanyol, di Itali dan Jerman yang masing-masing negara memiliki problematika dan  keanekaragaman.

Dalam pertemuan ini menghadirkan para ahli dan peneliti desentralisasi dari berbagai bidang seperti Antropologi, Sosiologi, dan Hukum. 

”Mereka melihat Indonesia yang menerapkan sistem desentralisasi asimetris luar biasa. Karena Indonesia dengan penduduknya sangat beragam (heterogen) dapat menjaga persatuan tanpa ada riak-riak konflik yang besar,” ujar Feri Amsari,S. H., M.H.,LLM.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa dari berbagai negara yang desentralisasi asimetris pada titik tertentu terdapat permasalahan yang sama. Ketika menemukan solusi hal ini dapat menjaga konsep desentralisasi yang dapat digunakan antar penyelenggara negara desentalisasi dalam mewujudkan kesatuan dan persatuan.

Pembicara saat Expert Meeting ini adalah Prof.Jochen Heintze dari Ruth University Bochum, Germany, Riawan Chandra dari Universitas Atmajaya dan Prof. Irfan Ridhwan Maksum dari Universitas Indonesia.

Humas dan Protokol Universitas Andalas 

 

Read 535 times