Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru  Klik tombol ini :http://pmb.unand.ac.id
Toggle Bar

Pesan Kebangsaan Civitas Akademika Universitas Andalas “Unand Menolak Terorisme”

14 Mei 2018

Beberapa hari terakhir, Indonesia dipertontonkan aksi kejam para pelaku teror. Tindakan kejam di Rutan Mako Brimob, peledakan bom pada Tiga Gereja di Surabaya, ledakan bom di Dua lokasi lain di Sidoarjo, serta yang terakhir ledakan bom di Polrestabes Surabaya yang menyebabkan hilangnya nyawa banyak orang dan menyebabkan puluhan lain terluka. Belum lagi jika kerugian immateril dan moral ratusan juta orang Indonesia dikalkulasi karena terganggunya rasa aman dan ketentraman disebabkan upaya teror itu. 

Namun tindakan teror tidak boleh “mengalahkan” Kita sebagai sebuah bangsa  dan  negara. Ratusan tahun lampau, Kita  rakyat Indonesia pernah “diteror”penjajahan. Kita taklukan teror penjajahan itu dengan bersatu dan menyingkirkan perbedaan. Dengan persatuan yang sama pula Kita pasti  bisa mengalahkan tindakan teror yang saat ini menyerang Bangsa Indonesia. 

Universitas Andalas mengajak seluruh rakyat Indonesia bersama-sama bersatu-padu   melawan   perilaku   teror   dan   terorisme   melalui   5   langkah kebangsaan:

  1. Bersama-sama bersatu melawan tindakan terror dan ajaran terorisme. Lupakan perbedaan politik, suku, agama, dan ras, Kita adalah satu: anak bangsa Indonesia;
  2. Saling menjaga antar anak bangsa. Mari kita menjaga tempat ibadah Kita dari ajaran radikalisme, menjaga tempat ibadah saudara-saudara Kita sebangsa dari serangan teror, menjaga saudara-saudara dan anak-anak Kita dari pengaruh ajaran teror atas dalil apapun;
  3. Mendukung aparat keamanan untuk melakukan tindakan  yang  patut secara  konstitusional untuk melawan tindakan dan para pelaku  teror. Mari bangun  kepercayaan penuh kepada kepolisian sebagai institusi negara terdepan yang paling mampu menyelesaikan upaya teror ini;
  4. Membebaskan kampus-kampus, sekolah-sekolah, dan tempat-tempat ibadah dari ajaran radikalisme berbalut agama. Kepentingan pelaku teror adalah melindungi ajaran sesatnya agar tidak digilas publik. Salah satunya adalah menyembunyikan ajaran sesat itu dengan balutan agama agar tertutupi kesalahannya. Untuk itu penting bagi para akademisi dan mahasiswa    terpelajar untuk kembali ke tempat-tempat ibadah mengajarkan pesan damai agama untuk melawan paham radikalisme;
  5. Membangun  Kota  dan  Desa/Nagari  anti-teror.  Ajaran  sesat  terorisme telah menyebar baik di Kota hingga Desa. Untuk itu perlu segera membentuk  Kota  dan  Desa/Nagari anti-teror untuk membuat ajaran terorisme hilang dari Bumi Indonesia.

 

Demikian seruan kebangsaan Universitas Andalas. Mari bersatu.

 

Atas nama Civitas Akademika Universitas Andalas

 

Prof. Dr. Tafdil Husni, SE., MBA

Read 244 times