Acara Pengukuhan Prof. Dr. Fatma Sri Wahyuni, SSi, Apt  Klik tombol ini
Toggle Bar

Kepala BNPT RI Beri Kuliah Umum pada OPBM dan Bakti Maba Unand 2018

08 Agustus 2018

Padang (Unand) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teorisme RI Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, SH berikan kuliah umum tentang Resonansi Kebangsaan dan Bahaya serta Pencegahan Radikalisme di hari kedua Orientasi Proses Belajar Mengajar (OPBM) dan Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan Dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) pada Rabu (8/8) di Gedung Auditorium Univeritas Andalas Limau Manis Padang.

Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mengatakan bahwa mahasiswa baru Unand perlu dibekali pemahaman tentang bahaya radikalisme agar tidak salah memahami apa yang dimaksud dengan makna radikal. Oleh karena itu, pada OPBM dan Bakti tahun ini Unand mengundang Kepala BNPT RI untuk memberikan kuliah umum.

Rektor juga mengatakan bahwa BNPT RI telah berhasil mencegah peningkatan terorisme dengan melalui pendekatan soft approach dan dapat menyentuh hati mantan terorisme untuk dapat mencintai NKRI dan dapat merangkul masyarakat untuk tidak memandang sebelah mata pada mantan teroris.

Rektor menegaskan bahwa mahasiswa yang memiliki pemikiran radikal tidak bisa kuliah di Universitas Andalas karena dapat merusak diri sendiri dan keutuhan bangsa.

Usai sambutan Rektor,  Komjen Pol Drs. H. Suhardi Alius, SH memberikan kuliah umum di hadapan 5.825 mahasiswa baru yang terdiri dari program sarjana dan diploma serta kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus Universitas Andalas.

Kepala BNPT RI mengatakan bahwa radikalisme adalah anti Pancasila, anti Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Oleh karena itu, kita harus dapat mengidentifikasi lingkungan baik itu di isu global, regional dan nasional,” ujarnya.

Dijelaskannya perlu peran univeristas untuk mencegah munculnya pemahaman radikalisme, diantaranya peran civitas akademika yaitu harus mempunyai sense of crisis dalam semua aspek, punya naluri kebangsaan dalam merespon dinamika masyarakat, peka terhadap lingkungan dan memiliki kemampuan untuk menganalisa dampaknya serta dapat menjadi agen perubahan.

Kepala BNPT RI menegaskan kepada mahasiswa baru bahwa untuk mencapai tujuan hidup yang hakiki adalah orang-orang yang mempunyai knowledge, skill, dan moral. 

”Jangan menjadi penonton saja, tetapi juga ikut ambil peran dengan menerapkan knowledge, skill, dan moral itu. Jika negara ini hanya ada orang yang pintar tetapi tidak bermoral, maka negara ini akan hancur,” tegasnya.

Beliau melanjutkan siapa pun kita, apapun profesi kita harus memiliki integritas serta konsisten baik dalam ucapan maupun perbuatan.  

Beberapa menit sebelum kuliah umum usai, ditayangkan video perenungan dan keberhasilan BNPT RI dalam pencegahan terorisme di Indoneisa dengan pendekatan soft approach seperti telah membangun masjid dan TPA Baitul Muttaqien di kampung halaman terpidana mati kasus terorisme bom Bali I, Amrozi yang terletak di Desa Tenggulun, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur dan membangun masjid serta ruang kelas Pondok Pesantren Al-Hidayah dimana pendiri pondok pesantren tersebut adalah Khoirul Ghazali. Ia merupakan mantan narapidana terorisme kasus perampokan Bank CIMB Niaga Medan.

Selanjutnya, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, SH mengajak mahasiswa baru Unand untuk menyanyikan bersama-sama lagu ”Berkibarlah Bendera Negeriku”. 

Humas dan Protokol Unand 

 

Read 175 times