Azmul Pawzi

  • + Prodi: Ilmu Ekonomi
  • + Status: Mahasiswa
  • + Tahun Masuk: 2012

Padang (Unand) - Siapa yang mengira lelaki yang pernah terancam tidak dapat melanjutan SMA terlebih lagi mengenyam bangku kuliah karena faktor keuangan. Kini telah menjadi mahasiswa penuh dengan prestasi. Adalah Azmul Pawzi pemuda berdarah Minang yang lahir di Jakarta pada 10 Juli 1994 dan menjalani kehidupan sampai lulus SMA di tanah ibu kota. Ia adalah putra dari pasangan Nazar dan Nurul Azma dan merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Andalas angkatan 2012.

Pemuda yang disapa Azmul ini selalu percaya bahwa karya besar adalah hasil kumulatif dari karya-karya kecil. Maka anak kedua dari tiga bersaudara ini mulai membuat karya-karyanya. Tercatat dia telah memiliki prestasi yang cukup prestisius. Tahun 2015 dia menjadi juara 1 lomba debat se-Sumatera Barat dan mewakili  kontingen Sumbar untuk lomba debat tingkat Sumatera. Puisinya yang berjudul “Dikandang Para Penggerak” juga menjadi puisi terbaik dalam Genta Andalas Award 2015.   Selain itu, dia juga juara 2 lomba debat politik dalam PRM 2014, mendapat penghargan Best Male dalam Andalas Young Islamic Leader Award  2013, juara 2 nasyid Rabbani Fair 2012 dan di tahun yang sama juga menyabet juara 2 nasyid Asrama Unand. Dalam bidang keolahragaan lelaki bersuku Piliang ini juga pernah menjadi juara 3 pencak silat se-Jabodetabek tahun 2010 dan juara 3 pencak silat se-Jakarta 2011. 

Tidak hanyaber prestasi, pemuda penyuka martabak ini juga memiliki pengalaman organisasi yang  luar biasa. Sejak menginjakkan kakinya sebagai mahasiswa, sudah belasan amanah organisasi yang dia emban,  diantaranya Ketua Komisi A Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Sumatera Barat, Wakil Koordinator Forum Indonesia Muda Sumbar,  Koordinator SDI LKEi FE Unand, Koordinator PSDM AMA Unand, PSDM BEM KM Unand dan berbagai organisasi lainnya. Azmul selama 4 periode terakhir juga aktif sebagai mentor dalam mentoring agama islam, sebuah program yang wajib diikuti bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah agama Islam di Unand.

Tak heran pemuda penyuka warna biru muda ini sering diamanahkan posisi penting dalam berbagai organisasi, karena dia telah aktif berorganisasi sejak SMP sebagai Remaja Masjid dan OSIS SMP 215 Jakarta. Ketika berseragam putih abu-abu pun Azmul juga aktif sebagai jurnalis siswa, atlit dan pelatih pencak silat,  OSIS juga Rohis SMA 101 Jakarta. Bermodal pengalaman itu, pemuda yang sangat aktif ini  sudah menyelenggarakan puluhan kepanitiaan. Diantaranya ketua pelaksana LKMM Se-Indonesia 2015, ketua Panitia Pemilihan Umum Unand 2014, Acara Kreatif Forum Indonesia Muda 18 dan berbagai kepanitian lainnya baik taraf fakultas hingga nasional.

Lelaki yang memiliki hobi membaca dan sudah memiliki ratusan judul buku dalam perpustakaan pribadinya ini juga berulang kali mewakili Sumatera Barat dan Unand dalam berbagai kegiatan taraf nasional. Diantaranya peserta Forum Indonesia Muda Angkatan 14B tahun 2013, Peserta Training of Trainer Kemenpora 2013, Delegasi Sumatera Barat dalam Rapat Pimpinan Nasional FSLDK 2014 di Solo, dan Rapimnas FSLDK di Semarang tahun 2015.

Hebatnya dengan seabrek kegiatan dan prestasi non akademik itu tak mengganggu nilai akademiknya. Azmul juga tercatat sebagai Asisten Dosen Fakultas Ekonomi Unand. Iajuga sering menjadi pembicara dalam seminar hingga tingkat nasional, juri, pemateri dalam berbagai pelatihan serta trainer dalam event-event  kampus dan sekolah diberbagai daerah Sumatera Barat seperti Padang, Sijunjung, Pariaman dan banyak daerah lainnya. Dan sejak juli 2015hingga sekarang, lelaki penyuka puisi ini aktif membina kepemimpinan dan softskill lainnya kepada mahasiswa-mahasiswa baru sebagai Pembina Asrama Universitas Andalas.

Bukan itu saja, Azmul juga seorang penulis. Dia telah menerbitkan buku pertamanya berjudul “Sewindu Menata Rindu” pada tahun 2016. Hingga sekarang pengagum pahlawan nasional seperti M.Natsir dan Buya Hamka ini tetap aktif menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan, berbagai karyanya dapat kitabaca pada alamat www.azmulpawzi.com. Kiprah Azmul tidak hanya sampai disitu, pada Wisuda I Unand tahun 2017, lelaki bergolongan darah O ini mendapatkan penghargaan Bintang Aktivis Kampus. Benar-benar perjalanan kehidupan kampus yang sangat keren.

Bagi Azmul langkah terbaik setelah terinspirasi adalah menginspirasi. Maka lelaki yang bermimpi merealisasikan kota ramah  lingkungan dan layak huni untuk rakyat ini mulai menggembleng dirinya dengan jargon hidup #MelangkahMenginspirasi. Karena manusia beruntung adalah mereka yang menjadikan setiap langkahnya sebagai pengabdian dalam ketaatan kepada Allah SWT dan  menginspirasi sekitar dalam kebermanfaatan.

Humas dan Protokol Unand

 

 

 

 

 

Read 1049 times