Wisuda IV Tahun 2017, Program Doktor, Magister, Profesi dan Spesialis  Klik tombol ini untuk Melihat
Toggle Bar

Fadilla Kurnia Putri

  • + Prodi: Ilmu Hukum 
  • + Status: Mahasiswa
  • + Tahun Masuk: 2013

Tidak ada kata salah jurusan hanya saja tergantung dari bagaimana cara kita menjalankan pilihan dalam jurusan tersebut. Itulah motivasi selama kuliah yang digunakan oleh Fadilla Kurnia Putri, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas. 

Hal tersebut terbukti tanggal 20 April 2017, Fadilla Kurnia Putri dinyatakan lulus sebagai seorang sarjana hukum dan mendapatkan lulusan terbaik setelah menyelesaikan studinya selama 3 tahun 9 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,91 di Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Perempuan yang akrab dipanggil dila merupakan anak ke 3 dari pasangan bapak Ridwan dan Ibu Nurmaidarlis S.H yang lahir di Batusangkar pada tanggal 12 Juni 1994. Ia menempuh jenjang pendidikan di TK Aisiyah Batusangkar, SD Negeri 26 Kampung Baru, SMP Negeri 2 Batusangkar, kemudian melanjutkan di SMA N 1 Batusangkar di jurusan IPS.

Kecintaannya terhadap mata kuliah Akuntansi tidak mengantarkannya lulus SMPTN tahun 2013. Tidak putus asa berbagai ujian masuk perguruan tinggi negeri di ikuti mulai SBMPTN, Simak UI dan SMUP UNPAD. 

Keinginan ia untuk menjadi akuntan belum padam setelah hasilnya keluar ternyata ia lulus di D3 Akuntansi pada SMUP UNPAD dan Ilmu Hukum Universitas Andalas. Sangat berat untuk menentukan pilihan antara keinginan sendiri dengan keinginan orang tua khususnya ibunya yang ingin anaknya mengikuti  jejaknya. 

Pengabdian ibunya selama 28 tahun di Pengadilan menjadi seorang panitera dan harapan supaya ada salah satu anaknya yang kelak bisa menjadi hakim dan pilihan itu jatuh terhadap dia seorang. Dengan tekad tidak ingin mengecewakan ibu yang disayangnya dan niat mencoba hal baru dengan doa ini yang terbaik baginya, ia menjatuhkan pilihan melanjutkan jenjang perkualihannya di Fakultas Hukum Universitas Andalas. 

Selama menempuh pendidikan di jurusan ilmu hukum ia selalu menerima Beasiswa PPA mulai dari tahun pertama perkualihan.

Selama menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas, dila aktif dalam kegiatan organisasi Lembaga Pengkajian Islam (LPI) Fakultas Hukum dan HIMADANA (Himpunan Mahasiswa Hukum Pidana) sebagai anggota Divisi Penelitian dan Pengembangan. 

Selain itu ia juga menjadi panitia bidang acara pada kegiatan Pekan Andalas Tahun 2015 yang diadakan oleh BEMKM UNAND. Kemudian Tahun 2016 dia mendapatkan predikat sebagai mahasiswa berprestasi fakultas hukum.

Saat berada semester 6 dilakukan pembagian Program Kekhususan, ia memilih program kekhususan Sistem Peradilan Pidana diantara 4 program kekhususan yang diperolehnya. Akhir bulan Februari 2016, dila sudah mulai mengajukan proposal, dengan target dapat wisuda I Universitas Andalas pada Februari 2017 kemaren. 

Pada awal menyusun proposal semangat ia berapi-api namun ketika melakukan Pra Penelitian malangnya data di lapangan tidak ada dan tidak mungkin dilanjutkan lagi, sehingga memaksa ia harus ganti proposal. Sangat sulit mengumpulkan niat untuk memulai proposal lagi, bahkan sudah 4 kali melakukan pra penelitian dengan judul yang berbeda. 

Berkat orang tua, saudara dan teman-teman yang memberikan doa restu dan  motivasi semangat bahwa dila pasti bisa. Dengan penuh keyakinan ia memutuskan untuk mengangkat proposal yang berjudul Penerapan Pelatihan Kerja Sebagai Pengganti Pidana Denda Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Narkotika (Studi di Pengadilan Negeri Klas 1 A Padang). 

Proposal tersebutlah yang mengantarkannya untuk mendapat gelar sarjana hukum, hasil yang tidak mengecewakan ia memperoleh nilai A pada mata kuliah tugas akhir. Kebanggaan juga bagi dia sebagai satu-satunya mahasiswa BP 13 di program hukum pidana yang mendapatkan nilai A selama 2 periode kompre untuk wisuda  I Februari 2017 dan wisuda II Mei 2017. Semua akan jadi memori yang paling berharga baginya, bahwa untuk meraih sesuatu itu tidak selamanya mulus, tiap kita punya jalan masing-masing.

Dila percaya bahwa selalu ada bimbingan Allah SWT di setiap langkah yang ditempuh umatnya, sehingga pantaslah kita untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. 

Jadikan kegagalan sebagai momen untuk berusaha lebih giat lagi, karena Thomas Alfa Edison saja membutuhkan ratusan kali percobaan untuk menemukan lampu listrik “ Betapa banyak orang yang menyerah padahal hanya perlu beberapa langkah lagi untuk sampai pada keberhasilan – Thomas Alfa Edison “.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 1331 times