Acara Pengukuhan Prof. Dr. Fatma Sri Wahyuni, SSi, Apt  Klik tombol ini
Toggle Bar

Yunus Rahmadhani

  • + Prodi: Sistem Komputer 
  • + Status: Mahasiswa
  • + Tahun Masuk: 2013

Hidup berkarya demi kejayaan bangsa, merupakan kata-kata yang sering didengar ketika di kontrakan tempat tinggalnya. Tampak seperti olok-olokan belaka, namun sangat memotivasi untuk dapat mewujudkannya.

Yunus Rahmadhani, teman-teman biasa memanggil Dhani atau Yunus anak pertama dan tidak memiliki saudara lahir di Sawahlunto tanggal 18 Februari 1995 dari pasangan bapak  Hayun dan ibu Hayun. 

Kedua orangtuanya berprofesi sebagai pedagang kue “Sala Lauak” yang nantinya dititipkan ke warung-warung. Begitulah cara kedua orangtuanya mencari uang untuk menyekolahkan si anak tunggal.

Ia di sekolahkan mulai dari TK hingga dapat menamatkan studi di jenjang Universitas seperti saat sekarang ini. Pada saat TK ia didaftarkan ke TK AL-IRSYAD Sawahlunto. Di sana di ajarkan membaca Al-Qur’an dan bermain seperti anak-anak lain pada umumnya. 

Setelah tamat dari TK disekolahkan di SDN 03 Aur Tajungkang kota Sawahlunto. Di sana ia mendapatkan banyak pelajaran baru yang belum pernah didengar sewaktu di TK. Kemudian untuk extrakurikuler ia memilih DrumBand sebagai kegiatan pilihan yang diikuti.

Drum band SD 03 ini merupakan yang paling bagus dan terkenal di kota Sawahlunto. Sehingga sering dipakai untuk mengiringi arak-arakkan setiap acara yang ada di kota Sawahlunto kala itu.

Pada saat duduk di bangku kelas 4 SD  ia ingin sekali memiliki komputer. Saat meminta ke orang tua mereka tidak memiliki  uang untuk membelikan komputer tersebut karena pada saat itu komputer memang menjadi barang yang sangat mahal dan tidak banyak orang menggunakannya. 

Walau pun begitu, ia tetap ingin memiliki komputer dan akhirnya mendorong saya untuk membantu kedua orangtua saya berdagang kue. Jadi kedua orang tuanya membuatkan kue dan ia yang menjajakannya keliling kota Sawahlunto dengan berjalan kaki. Setiap kue yang berhasil ia jual, ia mendapatkan persenan seperti pada saat kue tersebut diletakkan di warung-warung. Hasil penjualan tersebut disimpan ke orang tua dan kemudian mereka membuatkan saya rekening tabungan.

Setelah menyelesaikan bangku sekolah dasar, ia melanjutkan perjalanan ketingkat menengah pertama. Saya masuk ke SMPN 1 Sawahlunto, lokasinya tidak terlalu jauh dari SD dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. 

Sewaktu duduk di bangku SMP ini, ia mengikuti extrakurikuler seni rupa dan drum band. Untuk kegiatan sepulang sekolah ia masih membantu orang tua menjajakan dagangan orang tua keliling kota Sawahlunto. 

Namun baginya kesulitan mengumpulkan uang karna pada saat itu sedang marak-maraknya rental PS (Playstation) dan warnet. Jadi setelah berdagang terkadang mampir untuk bermain di tempat rental tersebut sampai-sampai dimarahi sewaktu ketahuan oleh orang tua.

Setelah menyelesaikan bangku menengah pertama, ia bingung untuk melanjutkan antara menengah atas atau kejuruan. Tetapi orangtuanya ingin melihat saya kuliah, akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke SMAN 1 Sawahlunto dengan membawa harapan kedua orang tua untuk kuliah. 

Untuk kegiatan di SMA ini tidak terlalu berbeda dengan SD maupun SMP. Di sana ia memilih untuk mengikuti extrakurikuler yang berhubungan dengan musik. Pada tingkat inilah ia ingin membuat prestasi dan membuat orang tua bangga dengan anak tunggalnya. 

Dibangku kelas dua, ia masuk jurusan IPA disana sudah tidak banyak pelajaran hafalan yang kurang disukainya. Walaupun begitu, untuk masalah akademik ia merupakan siswa rangking 10 besar dari bawah sehingga tergolong siswa yang biasa-biasa saja di mata guru-guru. 

Kegiatan sepulang sekolah seperti biasa, membantu orang tua menjajakan kue hasil buah tangan kedua orangtua dan akhirnya apa yang diinginkan tersampaikan, akhir semester kelas dua, dani berhasil mengumpulkan uang untuk membeli komputer yang diinginkannya. Yang paling membuatnya senang adalah berhasil membeli barang yang diinginkan dari SD dengan hasil jerih payah sendiri.

Dibangku kelas 3 ia tidak dibolehkan lagi berdagang oleh orang tuanya dikarnakan orang tua menyuruhnya fokus untuk belajar. Karna tidak ada lagi kegiatan sepulang sekolah ia memfokuskan untuk mengikuti pelajaran dan extrakurikuler. 

Menjelang kelulusannya sempat mengikuti beberapa event musik yang diadakan di kota yang bernama SIMFES (Sawahlunto Internasional Musik Festival) dan RaPA (Ranah Performing Art) yang di adakan di ISI Padang Panjang.

Setelah kelulusan di bangku menengah atas ia melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi seperti harapan dari kedua orang tuanya. Alhamdulillah ia lulus di Universitas Andalas dengan Jurusan Sistem Komputer angkatan 2013. 

Untuk masalah uang kuliah dan uang saku sendiri dibantu oleh beasiswa bidikmisi sehingga orang tua ia tidak perlu khawatir untuk biaya kuliah sendiri.

Setelah masuk di Universitas Andalas (Unand) dikenalkan dengan berbagai UKM yang ada di Unand. Karena jurusannya Sistem Komputer, ia memutuskan untuk memilih UKM Neo Telemetri sebagai wadah untuk mendukung perkuliahannya. 

Seletah sekian lama mengikuti OR, akhirnya berhasil masuk dan menjadi bagian dari keluarga besar UKM Neo Telemetri. Ia menjalani dua kepengurusan disana, pengurusan pertama menjadi anggota divisi pemogramman. 

Dimana ia diajarkan bahasa yang mungkin tidak semua orang menyukainya. Selain itu juga belajar bagaimana dapat berbicara didepan orang ramai yang sebelumya merupakan pantangan baginya untuk melakukannya. 

Alhamdulillah ia bisa menjadi pemateri pada acara Pelatihan Jurnalistik “Media & Design in Action” PSMKGI 2015, Upgrading BPU & PPU KM Fakultas Farmasi 2015. Bukan hanya menjadi pemateri saja, ia juga ingin mencoba hal yang lebih sehingga bisa membuat orang tuanya bangga.

Dengan mencoba untuk mengikuti berbagai perlombaan yang sangat memberikan pengalaman seperti Line Follower Competition, Bukalapak Programming Contest Regional Sumatera. Karna hanya sebagai finalis, ia merasa belum puas. 

Sehingga pada kepengurusan berikutnya ia dinobatkan sebagai koordinator pemograman di UKM Neo Telemetri dan terus berkarya. Kemudian ia mencoba mengikuti perlombaan lainnya dan Alhamdulillah bisa menjadi Juara Favorit dalam Hackathon Sumbar 1.0, Runner Up dalam Hackhaton Mambangun Nagari.

Dengan usaha seperti itu maka timbul kata-kata “Hidup untuk berkarya demi kejayaan bangsa” dari teman-teman satu kontrakan. Walaupun seperti olok-olokan belaka, tetapi ia dan teman-teman memang bersama-sama mewujudkan kata-kata tersebut. 

Sehingga pada akhirnya dapat wisuda dan memberikan sedikit hadiah kecil kepada kedua orang tua yang dalam hati berkata “Ayah, Ibu, lihat lah anakmu berdiri gagah didepan ribuan mahasiswa lainnya sebagai salah satu Bintang Aktifis Kampus Universitas Andalas yang ku persembahkan sebagai sedikit hadiah kecil yang dapat ku persembahkan untukmu, terimakasih telah mendidikku selama ini”.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 1505 times