Pengumuman Hasil Seleksi Mandiri Gelombang II, akan di umukan sabtu 24 Juli 2021, mulai jam 15.00 WIB  KLIK Untuk Lihat Hasil
Toggle Bar

Guru Besar Wanita Pertama Indonesia Di Bidang Ilmu Tanah Luncuran Autobiografi

12 November 2015

Guru besar wanita pertama di Indonesia dalam bidang Ilmu Tanah yang berasal dari Universitas Andalas yaitu Prof. Dr. Ir. Nurhayati Hakim melaksanakan Peluncuran Autobiografi yang berjudul “Keluar Dari Sela Bebatuan Keluar Dari Rantai Kemiskinan” pada Selasa, 10 November 2015 di Convention Hall Unand Kampus Limau Manis.

Peluncuran Buku ini juga dirangkai dengan Bedah Buku. Hadir dalam acara ini Rektor Universitas Andalas, Walikota Padang, Guru Besar Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Iswandi Anas, Para Tokoh Masyarakat, Alumni Pertanian Unand serta sanak famili dan keluarga dari Prof. Dr. Nurhajati Hakim.

 

Rektor Unand, Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan bentuk penghargaan Unand terhadap seorang Guru Besar yang telah berjasa dan melahirkan banyak karya untuk bangsa khususnya Unand.

Selain itu, Prof. Nurhajati Hakim juga merupakan guru besar wanita pertama di Indonesia dalam bidang Ilmu Tanah yang patut diberi apresiasi. Sesuai dengan judul buku yang ditulisnya, didalamnya diceritakan cerita tentang kisah perjalanan  panjang seorang Nurhajati Hakim dalam menggapai kesuksesan.  Dari seorang anak petani miskin sekarang Prof. Nurhayati Hakim bisa bergelar Guru Besar dan meraih banyak penghargaan.

Buku yang ditulis tentunya akan menjadi inspirasi yang dapat memotivasi banyak orang  dalam menuju sebuah gerbang kesuksesan.  Tentunya Unand sendiri akan mendukung secara penuh acara seperti ini. Mendukung para dosen muda untuk mengikuti jejak langkah Prof. Nurhajati Hakim dalam menghasilkan sebuah karya karena kesuksesan itu diraih dengan kerja keras, kesungguhan, kemampuan untuk mengaktulisasikan diri dalam menghadapi berbagai tantangan.

Senada dengan itu, Prof. Dr. Iswandi Anas, Guru Besar IPB yang telah membedah Buku Prof. Nurhajati Hakim mengatakan bahwa kisah yang telah dituliskan Prof. Dr. Nurhajati Hakim dalam bukunya merupakan kisah tauladan yang sangat baik yang patut dijadikan pedoman apalagi bagi anak muda dijaman sekarang yang sudah memperoleh semua fasilitas yang tidak didapatkan oleh seorang Nurhajati Hakim ketika meraih mimpi-mimpinya.

Kisah yang dituliskan mantan Anggota MPR tersebut dalam bukunya merupakan kisah seorang pelamar guru yang ditolak oleh sebuah sekolah,  namun saat ini guru yang ditolak tersebut telah membutikan bahwa dirinya mampu menjadi Guru Besar bukan guru biasa.

Tentunya pengalaman-pengalaman berharga Nurhajati Hakim akan menjadi motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan usaha dan kemampuan kita.  Selain itu, meski sudah memperoleh semua yang diimpikan dalam kisahnya Nurhajati Hakim tidak berhenti begitu saja, namun iya kembali kedesanya untuk memberi kesempatan kepada anak-anak didesanya untuk menikmati pendidikan yang lebih baik sehingga mampu meraih sukses sepertinya juga.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Nurhajati Hakim juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah berjasa dalam perjalanan panjang hidupnya hingga sekarang, termasuk kepada Rektor Unand yang telah memfasilitasi  acara peluncuran buku yang ditulisnya dan acara ini bertepatan juga pada ulang tahunya yang ke 71 tahun pada tanggal 10 November 2015. Tentunya moment ini sanggat beharga baginya.

Nurhajati Hakim juga mengungkapkan terimakasihnya kepada Penerbit Buku Tiga Serangkai dan Kepada Editor yang telah menerbitkan buku yang ditulisnya. Suatu kebanggaan juga untuk Nurhajati Hakim karyanya dapat diterima penerbit yang telah menerbitkan banyak autobiografi orang-orang hebat di negara ini.

Usai ucapan terimakasih, Prof. Dr. Ir. Nurhajati Hakim membagikan bukunya kepada beberapa tokoh yang telah membantunya dalam menggapai kesuksesan. Pemberian buku tersebut merupakan bagian dari ucapan terimakasih yang terhingga dari Nurhajati Hakim kepada tokoh-tokoh tersebut.

 

 

Humas dan Protokol Unand

Read 4228 times