Pengumuman Hasil Seleksi Mandiri Gelombang II, akan di umukan sabtu 24 Juli 2021, mulai jam 15.00 WIB  KLIK Untuk Lihat Hasil
Toggle Bar

Akhirnya Unand Mempunyai Bumi Perkemahan dan Tempat Evakuasi Sementara (TES)

13 November 2015

UKM Pramuka Unand sudah lama berkeinginan untuk mempunyai bumi perkemahan yang memenuhi standar untuk melaksanakan perkemahan. Setiap UKM Pramuka Unand melaksankan Festifal Swarnadwipa Tahunan Pramuka Universitas Andalas yang disingkat dengan FIESTA.

UKM Pramuka Unand terus menyampaikan keluhan lokasi pelaksanaan FIESTA yang dipindah-pindahkan semenjak lokasi pelaksanaan FIESTA sebelumnya dijadikan lokasi pembangunan Rumah Sakit Universitas Andalas pada tahun 2013. Dengan melalui beberapa kali pertemuan unsur UKM Pramuka yang didampingi oleh Pembina Gugus Depan Padang 06.067-06.068 Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Isril Berd, SU dengan Rektor Unand, Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE.MA, akhirnya disepakati untuk membangun bumi perkemahan yang dilengkapi dengan fasilitas lapangan upacara dan kebutuhan dasar lainnya seperti air, listrik, tempat mandi dan toilet sebelum pelaksanaan FIESTA XXIX, pada tanggal 22-30 Oktober 2015.

Selanjutnya Rektor Unand menambahkan bahwa kebutuhan Unand untuk menyelesaikan pembangunan bumi perkemahan tersebut bukan saja untuk memenuhi permintaan UKM Pramuka Unand, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Sebelum bencana gempa 7,9 skala richter menimpa Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, pada tanggal 30 September 2009, Global Rescue Singapura telah meminta Unand untuk menyiapkan lokasi untuk tempat evakuasi pengungsi yang berdatangan dari pusat Kota Padang. Tim ini diterima oleh Pembantu Rektor II (PR2) yang waktu dijabat oleh Rektor Unand sekarang.

Terdapat tiga pesan Global Rescue yang disampaikan pada waktu itu. Pertama, Kampus Unand, Limau Manis sudah dipastikan menjadi lokasi tujuan utama dari pengungsi penduduk pusat kota karena mempunyai akses yang baik dari beberapa alternatif lokasi lainnya. Kedua, agar Unand menyiapkan atau menetapkan lokasi tempat penampungan pengungsi dan tempat penyimpanan logistik secara terpisah. Waktu pertemuan dengan Global Rescue tersebut, menurut Rektor, sangat jelas diingatkan "jangan terjadi lagi kasus penanganan pengungsi di BandaAceh waktu bencan tsunami tahun 2004”. Ketiga, lokasi penampungan pengungsi harus dilengkapi dengan pasokan air bersih dan fasilitas MCK.

Belum sampai dua bulan setelah kedatangan tim Global Rescue, ternyata gempa dengan kekuatan 8,7 skala richter melanda Sumatera Barat dan kerusakan bangunan dan infrastruktur terjadi di Kota Padang. Memang terbukti kampus Unand mejadi tujuan utama para pengunsi dari pusat kota. Berhubung belum terdapat lokasi yang ditetapkan sebagai tempat evakuasi yang direncanakan, pengungsi menempati lokasi yang kosong dan tempat-tempat yang mempunyai fasilitas air dan WC di sekitar kampus. Kemudian lapangan terbuka dan parkir dipenuhi oleh pengungsi dari pusat kota yang datang malam hari. Tidak sedikit fasilitas Unand yang tidak rusak akibat gempa, juga menjadi rusak karena dipakai dan digunakan tidak menurut kapasitasnya dan tidak menurut semestinya. Kedatangan pengungsi tersebut terus berlanjut, jika terjadi gempa bumi pada tahun-tahun berikutnya. Dengan demikian kampus Unand sebagai tempat evakuasi sementara pengungsi dari pusat Kota Padang tidak dapat dihindari dan tidak ada pilihan bagi Unand membangun tempat evakuasi sementara (TES) bagi pengunsi jika terjadi bencana gempa atau bencana lainnya.

Selanjutnya Unand tidak mempunyai lapangan upacara pengibaran bendera yang memenuhi dan dapat menampung banyak orang. Memang Unand mempunya lapangan upacara yang terdapat di bundaran atau lapangan bola kaki yang digunakan sebelum tahun 2011, tetapi lapangan upacara pengibaran bendera yang tersedia tidak memenuhi dari segala aspek. Luas lapangan tidak mencukupi untuk menampung jumlah peserta upacara yang terus mengalami peningkatan akibat penambangan fakultas dan unit kerja di lingkungan Unand selama 10 tahun terakhir. Semenjak tahun 2011 pelaksanaan upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati hari-hari nasional berpindah-pindah diantara lapangan upacara yang tersedia, seperti halaman atau tempat parkir Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik. Semenjak pertengahan tahun 2015, kedua lapangan upacara tersebut tidak dapat digunakan lagi, karena terjadi tambahan bangunan yang pekerjaan konstruksinya sedang berlangsung. Oleh sebab itu sangat mendesak bagi Unand untuk mempunyai lapangan upacara pengibaran bendera yang memenuhi standar dari segala aspek.

Lapangan untuk melakukan kegiatan mahasiswa juga tidak mencukupi lagi akibat pertambahan gedung kuliah dan fasilitas lain yang diperlukan Unand. Lapangan yang tersedia tidak mencukupi lagi untuk menampung kegiatan mahasiswa yang juga mengalami peningkatan sejalan dengan pertambahan fakultas dan mahasiswa. Lapangan terbuka yang tidak mencukupi untuk menampung kegiatan mahasiswa juga akan menimbulkan berbagai masalah dan pengembangan kreativitas mahasiswa tidak akan maksimal.

Kampus Unand juga dijadikan oleh masyarakat untuk kegiatan olah raga jalan sehat dan senam setiap akhir pekan. Kegiatan ini dilaksanakan di jalan lingkungan kampus yang tidak menjamin kenyamanan masyarakat yang melaksanakan kegiatan olahraga. Dengan semakin terbukanya Unand untuk kegiatan olah masyarakat, akhirnya juga menjadi kewajiban bagi Unand untuk mengatur dan menyediakan fasilitas untuk senam dan jalan sehat.

Menimbang berbagai kebutuhan ini, Rektor Unand, Pof. Dr Werry Darta Taifur, SE.MA bertekad untuk menyiapkan dan membangun fasilitas yang mempunyai banyak fungsi, seperti untuk bumi perkemahan, tempat evakuasi, upacara bendera pengibaran bendera, kegiatan olah raga dan kegiatan mahasiswa yang dapat menganggu ketenangan belajar di bahagian utara Kampus Unand Limau Manis. Saat ini lokasi yang dibangun dinamakan “Bumi Perkemahan dan Tempat Evakuasi Sementara Universitas Andalas” yang diresmikan pada saat upacara Pembukaan Fiesta 2015, tanggal 26 Oktober 2015 yang disaksikan oleh Kamabis Pramuka Sumatera Barat, pejabat pemerintah provinsi Sumatera Barat, pejabat Unand, tokoh masyarakat dari Nagari Limau Manis dan Nagari Pauh dan seluruh peserta Fiesta.

Bumi Perkemahan dan Tempat Evakuasi Sementara Universitas Andalas yang luasnya mencapai 8.000 m2 dilengkapi dengan akses masuk, aliran listrik dan pasokan air bersih, kamar mandi dan WC dengan standar yang bagus. Pembina UKM Pramuka Universitas Andalas sangat bangga dan menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unand, Prof Dr Werry Darta Taifur, SE.MA dengan telah selesainya pembangunan Bumi Perkemahan dan Tempat Evakuasi Sementara Universitas Andalas. Kegembiraan dan rasa bangga juga diungkapkan oleh UKM Pramuka Universitas Andalas. Ucapan terima kasih dan bangga juga disampaikan oleh Kamabigus, Drs Muslim Kasim, Petahana Wagub Sumatera Barat pada saat  peresmian dan menyatakan sampai saat ini hanya Unand satu-satunya kampus yang mempunyai bumi perkemahan sendiri di Indonesia.

Rektor Unand berharap, semua pihak memelihara dan menjaga Bumi Perkemahan dan Tempat Evakuasi Unand dengan baik dan bertanggungjawab agar investasi yang telah dilakukan dapat lebih bermanfaat dalam jangka panjang. Rektor juga meminta agar kegiatan Fiesta yang diikuti hampir 1.000 orang peserta diadakan dua kali setahun agar ikut mendorong perekonomian masyarakat sekitar kampus. Rektor menyatakan bahwa banyak kesempatan usaha yang hadir sekitar lokasi selama 1 minggu dari masyarakat sekitar kampus.

Kemudian Rektor juga minta kepada UKM Pramuka Unand agar Bumi Perkemahan dan Tempat Evakuasi Sementara Pengunsi Bencana Unand dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah yang ingin melaksanakan kegiatan atau latihan kepramukaan. Dengan demikian bumi perkemahan dapat digunakan secara maksimal dan kampus menjadi lebih dinamis dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kampus dan secara tidak langsung masyarakat luas juga dapat menikmati fasilitas kampus yang dibangung dengan uang negara.

 

Sekretariat Rektor

Read 3517 times