Pengumuman Hasil Seleksi Mandiri Gelombang II, akan di umukan sabtu 24 Juli 2021, mulai jam 15.00 WIB  KLIK Untuk Lihat Hasil
Toggle Bar

Rakor Unand Bersama Kemenristek Dikti, Unand Menuju PTN-BH 2016

17 November 2015

Universitas Andalas telah melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2015 pada hari Jumat, tanggal 13 November 2015 di Convention Hall Unand. Rapat Koodinasi kali ini berbeda dengan Rakor sebelumnya karena dihadiri lansung oleh Eselon I Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Kemenristek Dikti, Prof. Dr. H. Jamal Wiwoho, SH, M,.Hum, dan Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti , Dr. Ir. Patdono Suwignyo,M.Eng.Sc. Hadir juga dalam Rakor ini Ketua Senat Akademik Unand, Sekretaris Majelis Guru Besar Unand, Wakil Rektor, Dekan Wakil Dekan, Ketua Lembaga dan Kepala UPT serta kepala biro dilingkungan Universitas Andalas.

Rakor ini dibuka lansung oleh Rektor Universitas Andalas, yang dalam sambutannya Rektor mengatakan bahwa Rakor kali ini membahas tentang rencana Unand menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) tahun 2016. Unand akan mendapat mandat untuk menjadi PTN-BH bersama dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Sebelas Maret.

Rektor mengungkapkan tentunya dengan kinerja saat ini Unand siap untuk menjadi PTN-BH.  Dengan kerjasama dan kerjakeras Unand akan bisa meraih PTN-BH dalam waktu dekat.

Tidak hanya itu, Rektor dalam paparannya juga mengungkapkan bahwa dalam menuju PTN-BH Unand harus meningkatkan jumlah Doktor. Karena jumlah Doktor juga merupakan syarat utama. Tidak hanya itu, Unand juga harus mendukung semua aktifitas mahasiswa dan mendukung segala bentuk prestasi dari mahasiswa.

Rektor juga mengatakan bahwa jadi pemimpin Rakor kali ini adalah terakhir baginya sebagai Rektor Unand sebelum pelantikan Rektor baru yang dalam perencanaan akan dilaksanakan tanggal 23 November 2015.  Dalam kesempatan itu juga Prof. Werry mengatakan bahwa Unand selama 4 tahun dibawah kepemimpinannya sudah banyak berubah apalagi dari segi pembangunannya, namun perubahan itu tidak bisa berhenti disini saja, hendaknya dapat diteruskan oleh Rektor terpilih nantinya. Untuk itu, Prof. Werry mengatakan kesiapannya juga mengawal dan membantu program yang akan dicanangkan oleh Rektor terpilih nantinya. Tentunya itu juga memerlukan kerjasama yang baik dari semua pihak yang ada.

Senada dengan itu, Patdono Suwignjo  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa berdasarkan  kerangka logis pilar utama Kemenristek & Dikti, ada 5 program Kemenristek & Dikti untuk mewujudkan daya saing. (Klik disini) Pertama adalah program pembelajaran dan kemahasiswaan. Indikator program ini adalah APK PT; % Mahasiswa Dilatih Kewirausahaan; dan % Lulusan bersertifikat kompetensi.

Kedua adalah program penguatan kelembagaan. Indikator program ini adalah Jumlah Perguruan Tinggi Masuk Top 500 Dunia, Jumlah Perguruan Tinggi Berakreditasi A, Jumlah STP, dan Jumlah Pusat Unggulan Inovasi.Ketiga adalah program penguatan sumber daya. Indikator program ini adalah Jumlah Dosen  Berkualifikasi S3, Jumlah SDM Litbang Berkualifikasi Master dan Doktor, dan Jumlah  Sarpras Litbang dan Dikti yang Direvitalisasi.

Keempat adalah program penguatan riset dan pengembangan. Indikator program ini adalah Jumlah HKI yang Didaftarkan, Jumlah Publikasi  Internasional, dan Jumlah Prototipe R & D. Kelima adalah program penguatan inovasi. Indikator program ini adalah jumlah produk inovasi.

Sementara itu, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, SH, M.Hum, Inspektur Jenderal Kemenristekdiktimenjelaskan terkait fungsi pengawasan oleh Kemenristek Dikti. Menristekdikti wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dengan berpedoman pada SPIP.

SPIP memberikan keyakinan yang memadai bagitercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan negara, keandalan laporan keuangan,pengamanan aset negara, danketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Untuk itu, tidak ada alasan ketidak tahuan atas kebijakan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan di institusi. Jangan sampai ketidak tahuan pimpinan terhadap sebuah peraturan yang akan membuat institusi itu rugi dan pimpinan bisa dikenakan sanksi hukum.

Usai paparan kunci dari kedua pemateri, acara dilanjutkan dengan penyampaian paparan dari Rektor Unand terkait Universitas Andalas Saat Ini dan Masa Mendatang. setelah itu dilanjutkan dengan paparan dari Wakil Rektor IV, Prof. Helmi, MSc yang menyampaikan tentang Rencana Program Dan Anggaran Universitas Andalas Tahun 2016 (klik disini), kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Rektor terpilih periode 2015-2019 Tantangan Unand Kedepan (klik disini).


Rapat berjalan sangat alot dan tertib hingga selesai. Diakhir sesi, Rektor Prof. H. Werry Darta Taifur, SE, MA saat menutup acara kembali menggingatkan bahwa Unand tidak akan maju dan mencapai PTN-BH seperti yang di impikan kalau tidak dengan kerjakeras dan kerjasama seluruh civitas akademika Unand.

 

Humas dan Protokol Unand

 




Read 3001 times