Universitas Andalas - Digital Financial Literacy 2021  KLIK untuk lihat Live Streaming
Toggle Bar

PPST Unand Gelar Evaluasi Tahunan

03 Februari 2016

Rapat Evaluasi PPST 1Pusat Pengelolaan Sampah Terpadu Universitas Andalas (PPST Unand) mengadakan evaluasi kegiatan pada tahun berjalan dan merencanakan pengembangan PPST Unand ke depan bersama dengan Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar, M.Sc pada hari Rabu, 03 Februari 2016 di Kantor PPST Unand Kampus Limau Manis Padang.

Hadir dalam rapat evaluasi ini Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar, M.Sc, Manager Operasional Dr. Eng. Slamet Raharjo, Manager Keuangan dan Pemasaran Dr. Eng, Lusi Susanti, Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Nizwardi Azkha, SKM, MPPM,MPd, MSi, Kabag dan Kasubag Fakultas Kesehatan Masyarakat serta Kabag Umum, Kasubag Rumah Tangga, dan Koordinator Pelaksana Kompos.

PPST Unand yang diresmikan pada tanggal 24 September 2014 oleh Rektor Unand Periode 2011-2015, Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE, MA ini mengimplementasikan konsep 3R ( Reduce, Reuse, Recyle ) dalam pengelolaan sampah di lingkungan Kampus Unand yang meliputi pengomposan sampah basah layak kompos dan pengelolaan sampah kering layak jual dengan penerapan bank sampah.

Sampah di lingkungan Kampus Unand meliputi pengomposan sampah basah layak kompos dan pengelolaan sampah kering layak jual dengan penerapan bank sampah. Kompos yang dihasilkan diberi label nama dengan Kompi Organik Green Andalas. Kompos ini sebagian besar digunakan untuk pemupukan tanaman di lingkungan Kampus Unand dan sisanya di jual ke masyarakat.

Manager Keuangan dan Pemasaran, Dr. Eng. Lusi Susanti mengatakan bahwa jumlah nasabah yang terdaftar di Bank Sampah Enviro Andalas  pada tahun 2015 berjumlah 1.800 orang, namun nasabah aktif hanya 100-150 orang. Nasabah dalam bentuk perseorangan atau kelompok yang terdiri dari masyarakat kampus yaitu dosen, karyawan, mahasiswa, Cleaning Service dan pemilik kantin. Jumlah sampah yang ditabung rata-rata 250 kg/bulan meliputi sampah kertas 220 kg/bulan, 25 kg/bulan dan sampah kaleng/alumunium 5 kg/bulan.

Lebih lanjut, Dr. Eng Lusi Susanti memaparkan bahwa penjualan sampah tidak setiap bulan dilakukan, dikarenakan harga beli sampah dari pihak mitra kecendrungan mengalami penurunan, yang juga dipengaruhi oleh kondisi pasar. Dibandingkan dengan jumlah sampah yang dihasilkan Kampus Unand, pengelolaan sampah kering layak jual dengan penerapan bank sampah dapat lebih dimaksimalkan.

Rapat Evaluasi 2Untuk produksi kompos rata-rata perbulan menghasilkan 1200 kg, pemakaian pupuk oleh Unand 425 kg/bulan, penjualan pupuk 175 kg/bulan dan sisa kompos di PSST 600 kg/bulan. Produksi dan penjualan kompos masih belum memenuhi target yang ingin dicapai. Dr. Lusi juga menambahkan bahwa dengan adanya PPSTdi Kampus Unand tentu sangat membantu Pemerintah Kota Padang menjadikan kota yang bersih.

Sementara itu, Manager Operasional Dr. Eng. Slamet Raharjo dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa selain kegiatan pengomposan dan penerapan bank sampah, PPST juga melakukan kegiatan sosialisasi yang dilakukan dengan penyebaran brosur PPST Unand ke jurusan/fakultas  serta kantin di lingkungan Unand.

Selain itu, Dr. Slamet juga menyampaikan dengan sistem yang terintegrasi, limbah biogas yang terdapat pada Asrama Unand bisa dimanfaatkan khususnya bagi listrik berbeda dengan  air limbah di LaboratoriumKimia yang pengujiannya mengandung zat kimia pada saat ini belum ada pengelolaannya. Untuk itu, perlu suatu sistem yang bisa mengelola limbah yang ada di Universitas Andalas ini.

Wakil Rektor II Unand, Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar, M.Sc dalam sambutannya mengatakan upaya dalam menjadikan Unand menjadi lebih baik, juga tergantung terhadap kebersihan lingkungan kampus. Dengan motto Unand BISA ( BerInovasi, Sinergi dan Akselerasi ) ini adalah prinsip dasar yang perlu dianut dalam bekerja yang kolektif dan kolegial. Ke depan, Unand ingin memperkuat  pekerjaan dalam suatu sistem yang tidak parsial. Dikarenakan kebersihan terutama dalam hal sampah tidak bisa hanya dilakukan oleh PPST sendiri, tetapi harus melibatkan banyak pihak yang ada di Unand. Wakil Rektor II juga juga menyebutkan kedepannya Unand juga akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti PT. Semen Padang dalam mensuplay pupuk organik yang dimiliki Unand.

 

Humas dan Protokol Unand

Read 2924 times