Pengumuman Hasil Seleksi Mandiri Gelombang II, akan di umukan sabtu 24 Juli 2021, mulai jam 15.00 WIB  KLIK Untuk Lihat Hasil
Toggle Bar

13 Walnag dan Bamus Ikuti Pelaksanaan Teknis Pengabdian Masyarakat Nagari Tageh di Unand

03 Desember 2020
Pelaksanaan Teknis Nagari Tageh Pelaksanaan Teknis Nagari Tageh Universitas Andalas

Padang (Unand) – Sebanyak 13 Wali Nagari (Walnag) dan juga Badan Musyawarah (Bamus) Nagari mengikuti pelaksanaan teknis pengabdian masyarakat Nagari Tageh yang berlangsung di Universitas Andalas.

13 Walnag bersama Bamus ini berasal dari dua Kabupaten yakni Kabupaten Solok Selatan (8 Walnag dan Bamus) dan Kabupaten Tanah Datar (5 Walnag dan Bamus) yang didampingi oleh Dosen pendamping Nagari.

Adapun delapan Nagari dari Kabupaten Solok Selatan tersebut yakni Nagari Sungai Kunyit, Nagari Padang Aie Dingin, Pakan Rabaa Tangah, Kapau Alam Pauh Duo, Suko Pasie Talang, Lubuak Gadang Selatan, Abai, dan Pauh Duo Nan Batigo.

Sedangkan lima Nagari dari Kabupaten Tanah Datar yaitu Nagari Sumaniak, Andaleh, Tanjuang Bonai, Batipuah Bawah, dan Nagari Sungayang.

Pelaksanaan teknis ini bertujuan untuk mendiskusikan bersama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menghadapi pandemic covid 19 ini.

Hal itu, diungkapkan langsung oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri saat membuka kegiatan ini pada Kamis (4/12) di Ruang Seminar Gedung F Kampus Unand Limau Manis Padang dengan menghadirkan Dr. dr. Andani Eka Putra sebagai narasumber.

Rector menjelaskan Nagari Tageh merupakan suatu konsep dan program yang ditawarkan oleh Universitas Andalas dengan tim penanggulangan dr. Andani (Kepala Labor FK) dan Dr. Erigas (Direktur NDC) untuk bagaimana mencari suatu model yang kemudian bisa disenergikan bersama dalam menangani pandemi ini.

“Makanya, tageh itu berbeda-beda maknanya tetapi inti dari tageh ini adalah bagaimana menyikapi dalam mancari solusi terutama menghadapi berbagai konsekuensi dari covid ini,” terang Rektor.

Lebih lanjut, Rektor juga menyampaikan nantinya mahasiswa juga punya peran dalam membangun Nagari dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi.

Disamping itu, Prof. Yuliandri juga mengharapkan semua tokoh masyarakat yang ada di Nagari baik itu, Niniek Mamak, Alim Ulama termasuk juga Bundo Kanduang untuk berkolaborasi bersama sehingga Nagari Tageh ini menjadi icon kita berasama.

Senada dengan itu, dr. Andani menyampaikan salah satu masalah di Sumatra Barat (Sumbar) dan juga Indonesia bagaimana memberikan pemahaman bagi masyarakat supaya covid tidak menjadi stigma.

“Rancangan konsep ini tujuan jangka pendeknya adalah sesuai dengan tujuan pengendalian covid secara nasional yaitu memutuskan mata rantai penyebaran dan mengurangi dampak covid dalam bentuk sosial, ekonomi, pangan dan sebagainya,” tuturnya.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 419 times