Live Streaming - FGD Launching MBKM Unand Untuk Desa/Nagari Tageh  Klik tombol LIVE STREAMING
Toggle Bar

Pemda Sumbar Dukung Program MBKM Unand

11 Januari 2021
Dukungan Pemda Sumbar MBKM Dukungan Pemda Sumbar MBKM Universitas Andalas

Padang (Unand) – Pemerintah Daerah Sumatra Barat siap memberikan dukungan bagi Universitas Andalas yang akan melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan membentuk Nagari Tageh.

Hal itu dikemukakan langsung oleh Gubernur Irwan Prayitno dan Kapolda Irjen Toni Harmanto saat peluncuran MBKM Nagari Tageh pada Senin (11/1) secara daring oleh Dirjen Dikti, Sekretaris Direktorat Jenderal PPMD Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Rosiydah Rachmawati, MM, Sestama BNPB, Harmensyah, Kepala Daerah Bupati Wali Kota, dan juga Wali Nagari Se Sumatra Barat.

Menurut Gubernur, MBKM merupakan aktualisasi dalam mencetak mahasiswa berkualitas dan siap untuk bekerja. 

“Dengan MBKM, ilmu dan teori diterapkan mahasiswa di lapangan secara bersamaan,” ujarnya, seraya menambahkan, dengan MKBM mahasiswa jadi kreatif dan inovatif lantaran perkuliahan tak lagi identik dengan tatap muka.

Dijelaskan Irwan, harus diakui, banyak sarjana jadi pengangguran karena hanya menguasai teori, namun minim dengan praktik. 

“MKBM merupakan sebuah paradigma baru yang dijalankan Universitas Andalas. Perkuliahan diarahkan untuk membentuk Nagari Tageh merupakan modal untuk menghadapi dunia kerja,” kata Irwan.

Gubernur menegaskan, pemerintah provinsi mendukung MKBM dan Nagari Tageh yang akan diwujudkan Universitas Andalas. “Lagipula, Universitas Andalas sudah memberikan kontribusi luar biasa dalam penanggulangan wabah Covid-19 di Sumatra Barat,” tuturnya.

Dukungan serupa dikemukakan Kapolda Sumatra Barat Irjen. Toni Harmanto. Menurut dia, Polri sudah membentuk kampung tangguh di seluruh Indonesia. Sementara di Sumatra Barat dinamai dengan Kampung Tangguh Rumah Gadang. Kampung tangguh itu sudah terbentuk di 190 Nagari atau Desa dari 1.160 Nagari di Sumatra Barat.

Kapolda mengemukakan, Kampung Tangguh itu sejalan dengan Nagari Tageh yang digagas Universitas Andalas. Jajaran kepolisian menginginkan nagari tageh dalam bidang pangan, keamanan, sosial, ekonomi dan pendidikan. “Kami siap bergandengan tangan dengan Universitas Andalas,” tegas Kapolda. (*)

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Andalas Prof. Mansyurdin mengemukakan, sebetulnya program MBKM selama ini sudah berjalan melalui kuliah kerja nyata (KKN). Namun, dengan MBKM, mahasiswa berada selama enam bulan di Nagari atau Desa. 

“Mahasiswa akan berada enam bulan di luar kampus. Bukan hanya di Sumbar, tapi juga terbuka peluang di provinsi lain. Konsepnya, MKBM lintas Desa atau Nagari dalam satu Kecamatan dengan asal mahasiswa, sehingga mahasiswa tak terlalu berat biaya,” kata WR I.

Dijelaskannya, ada tiga orientasi dalam pelaksanaan MBKM. Masing-masing, membangun nagari tageh, proyek kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Mahasiswa nantinya berperan sebagai pihak yang mengedukasi masyarakat. “Universitas Andalas siap berkontribusi pada masalah yang ada di Nagari atau Desa,” sambungnya.

Lebih lanjut Prof. Mansyurdin mengatakan mahasiswa di lapangan memberikan pendampingan maupun pemberdayaan pada masyarakat. Apalagi dalam masa pendemi sekarang, masyarakat perlu lebih diberikan pemahaman tentang upaya memutus rantai penyebaran virus corona. 

“Mahasiswa juga akan mengajak masyarakat untuk tangguh dan siap bila terjadi bencana alam,” ujar WR I. (*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 119 times