Nuzulul Quran 1442 H, Unand Hadirkan Sejarawan Islam Prof. Azyumardi Azra

30 April 2021
Peringatan Nuzulul Quran Peringatan Nuzulul Quran Universitas Andalas

Padang (Unand) – Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran 1442 H, Universitas Andalas mengundang Sejarawan Islam Prof. Azyumardi Azra, Ph. D sebagai narasumber untuk memberikan tausiyah.

Mengusung tema “Al Quran Panduan Perenial Untuk Aktualisasi Islam Rahmatan Lil Alamin” yang digelar secara daring diikuti oleh segenap civitas akademika Universitas Andalas pada Jumat (30/4).

Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri mengatakan peringatan nuzulul quran sebagai momentum untuk mendekatkan diri dengan al quran yang harus menjadi petunjuk bagi setiap umat agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan sebagai peristiwa turunnya Al Quran pertama kalinya ke dunia,” ungkap Rektor.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan Al Quran sebagai kitab suci yang memuat konsep hidup dalam segala bidang, tentu dengan peringtan ini dan kewajiban sebagai umat islam dapat memberikan makna akan pentingnya Al Quran dalam kehidupan sehari-sehari.

Mudah-mudahan dengan ceramah nanti akan memberikan banyak wawasan terutama secara  keseluran meningkatkan pemahaman dalam menghadapi tantangan dan kondisi hari ini.

Prof. Azyumardi mengemukakan Al Quran sangat istimewa dibandingkan kitab-kitab yang lain, secara historis yang bisa diverifikasi dengan berbagai sumber bukti tertulis mengenai ayat Al Quran kemudian dikumpulkan dalam mushaf ustmani dan inilah yang sampai kepada kita hari ini.

“Namun kitab-kitab agama lain sudah banyak yang perubahan atau diedit pada bagian-bagian tertentu karena tidak cocok dengan perubahan zaman atau perkembangan sosial, perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta.

Disampaikannya Al Quran sudah dijamin oleh Allah SWT, secara otentisitas Al Quran terpilihara dilihat dari sumber-sumber historigrafis yang menjelaskan mengenai turunnya ayat-ayat Al Quran.

Oleh karena itu, Prof. Azyumardi mengatakan Al Quran tidak pernah diedit, dilihat dari sudut keasliannya Al Quran bisa bertahan ditengan perubahan zaman, sosial, politik, lingkungan, ekonomi dan lainnya.

“Tidak ada orang yang berpikiran untuk merubah Al Quran, karena ayat Al Quran berlaku perenial sebagai panduan yang termasuk juga sebagai salah satu mukjizat dari Al Quran  itu sendiri,” tekannya.

Ditambahkannya orang Islam dituntut untuk mengaktualisasikan Al Quran sebagai rahmatan lil alamin yang artinya menghasilkan terobosan-terobosan agar bisa mendatangkan kemaslahatan dan kemajuan tidak hanya bagi manusia tetapi juga bagi alam.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 406 times