Pra Pendaftaran untuk Penetuan UKT jalur SNMPTN 2022, akan di buka hari ini, kamis 7 April 2022, mulai pukul 14.30 WIB  KLIK disini
Toggle Bar

Masuk Kerja Pasca Lebaran, Unand Gelar Halalbihalal

09 Mei 2022
Halalbihalal Keluarga Besar Halalbihalal Keluarga Besar Universitas Andalas

Padang (Unand) – Universitas Andalas menggelar halalbihalal bersama civitas akademika di hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran secara hybrid pada Senin (9/5) yang berpusat di Gedung Convention Hall.

Mengangkat tema “Bersihkan Hati dan Perkuat Silaturrahmi untuk Kemajuan Universitas Andalas” dengan menghadirkan penceramah dari Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Iman Bonjol Padang Prof. Dr. Firdaus, M.Ag.

Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri menyampaikan selamat Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah. "Taqabalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Ya Karim, minal aidin walfaizin", mohon maaf lahir dan batin.

“Semoga Amal ibadah yang dikerjakan selama bulan ramadhan diterima oleh Allah SWT serta prilaku selama bulan ramadhan tidak berubah dan mampu mempertahankan amal ibadah yang telah dilaksanakan,” harapnya.

Disamping itu, Rektor Yuliandri mengungkapkan rasa syukurnya karena halalbihalal sebelumnya digelar secara fulldaring namun hari ini sudah bisa dilaksanakan luring terbatas.

“Halalbihalal diharapkan bisa menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan diantara keluarga besar Universitas Andalas,” harapnya.

Sementara itu, Prof. Firdaus mengemukakan halalbihalal merupakan tradisi unik yang hanya ada di Indonesia dan yang juga digelar oleh orang Indonesia yang berada diluar negeri.

Dijelaskannya Halal diartikan mencairkan yang beku, meluruskan yang kusut dan meyelesaikan problem yang dihadapi.

Ia ingin menyorot bagian terakhir, karena dikampus merupakan kalangan cerdik pandai dan pintar, yang bisa mendiagnosa masalah dan mampu mencarikan jawaban atas masalah tersebut.

Dalam konteks ini disampaikannya mencairkan yang beku, meluruskan yang kusut dalam hubungan social antara satu sama lain yang kemungkinan ada merasa tersinggung dan bergesekan sehingga momentum ini dapat mencairkan kembali.

Selain itu, ia juga menyampaikan dalam alquran tidak ditemukan ayat untuk meminta maaf tetapi hanya memberi maaf atau menjadi orang pemaaf.

“Namun jangan disalah artikan tidak perlu meminta maaf, intinya yang jauh lebih mulia, lebih baik, lebih afdal perintah memberi maaf kepada orang yang pernah melakukan salah,” ujarnya.(*)

Humas dan Protokol Unand

 

Read 227 times