Pengukuhan Guru Besar Tahun 2022  KLIK disini
Toggle Bar

Unand PTNBH Pertama Miliki Satgas PPKS

19 September 2022
Pengukuhan Satgas PPKS Pengukuhan Satgas PPKS Universitas Andalas

Padang (Unand) - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Andalas, resmi dilantik pada Senin (19/9) di Ballroom Hotel Santika, Padang.

Satgas tersebut dilantik dan diangkat langsung oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH, yang keanggotaannya diputuskan melalui Surat Keputusan Rektor Nomor 1199/KPT/R/PTN-BH/UNAND/2022.

Satgas PPKS Universitas Andalas diketuai oleh Dr. dr. Rika Susanti, Sp., FM dari Fakultas Kedokteran, dan memiliki total 11 anggota  yang terdiri dari dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa se-lingkungan Universitas Andalas.

Pembentukan Satgas PPKS sendiri disebut sesuai dengan misi nasional Kementerian Pendidikan, untuk melakukan pencegahan serta penanganan terhadap tindak kekerasan seksual, sesuai dengan Permendikbudristek No.30 Tahun 2021.

“Universitas Andalas adalah Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) satu-satunya yang saat ini memiliki Satgas PPKS, di antara 5 perguruan tinggi yang sudah merampungkan pembentukan pengurus Satgas,” ujar Linung Saut Sirait, selaku Inspektur Investigasi Kekerasan dan ketua Pokja Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus.

Sementara itu menurut Rektor, Universitas Andalas dalam menangani hal-hal yang berkaitan dengan pencegahan kekerasan seksual, sudah melakukan berbagai upaya , misalnya dengan kegiatan pelatihan Karakter Andalasian pada mahasiswa baru setiap tahunnya. 

“Ada juga peraturan akademik kampus, kode etik dosen dan mahasiswa, hingga aturan kepegawaian yang mengatur setiap sivitas akademika, dalam pencegahan bentuk-bentuk tindak kekerasan seksual,” ujar rektor.

Rektor juga menekankan untuk setiap sivitas yang memiliki kewenangan lebih besar dan kemungkinan bertindak lebih besar, seperti dosen terhadap mahasiswa, untuk tidak mengambil manfaat negatif dari kekuasaan tersebut.

“Jangan menggunakan kewenangan yang ada pada kita untuk tujuan-tujuan yang tidak dimungkinkan atau tidak dibolehkan,” pungkasnya.(*)

 

Humas dan Protokol UNAND

 

Read 213 times