Live Streaming Wisuda III Program Sarjana dan Diploma Tahun 2018  Klik tombol ini
Toggle Bar

Dessy Nelti Can

  • + Prodi: Ekonomi Pembangunan 
  • + Status: Mahasiswa
  • + Tahun Masuk: 2014

Dessy Nelti Can, namun nama sebenarnya Dessy Nelti Caniago, dengan panggilan formalnya Dessy namun panggilan akrabnya Qhita, lahir di Bogor 30 Desember 1996. Anak bungsu dari pasangan Masnel dan Endang Setiawati. Memiliki dua orang saudara yaitu Benni Elvira dan Yulia Fitria. 

Terlahir dari keluarga sederhana, ayah sebagai buruh bangunan dan ibu sebagai penjahit. Dessy yang beralamat lengkap di jorong Sungai Sariak, kenagarian Koto Tinggi, kecamatan Baso, kabupaten Agam, Sumatera Barat. 

Ia mulai menempuh pendidikan di TK Al-Khoiriyah Bogor tahun 2001-2002, melanjutkan sekolah dasar di SD N 13 Sungai Sariak Baso tahun 2002-2008, lalu melanjutkan pendidikan di SMP N 1 Baso tahun 2008-2011, melanjutkan pendidikan di SMK N 1 Baso tahun 2011-2014 dengan jurusan Akuntansi dan melanjutkan pendidikan di Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi.

Namanya belum di kenal luas saat SD karena ia belum pernah mendapatkan juara yang dapat melejitkan namanya. Ia mengikuti organisasi drumband SD. Saat SMP pun ia tidak dikenal banyak orang seperti istilah ia hanya “timun bungkuak” di sekolah, artinya tidak masuk hitungan padahal sama-sama masuk karung/kelas. 

Ia mulai memahami akan jati dirinya saat kelas VIII awal ceritanya saat SD yang mendapatkan nilai cukup bagus kelas VI yaitu rangking 9 dari 30 walaupun sebelumnya ia hanya mendapatkan 20 besar, dan hal ini mengantarkannya ke kelas eksekutif atau kelas unggulan (biasanya ia sebut kelas kutu buku) di kelas VII. 

Di kelas VII ia hanya mampu mendapatkan rangking 31 dan 27 dari 37 orang siswa. Oleh karena itu,  ia dipindahkan dari kelas “kutu buku” ke kelas biasa yang umumnya “bandel”. Di kelas biasa ia mampu mendapatkan ranking 1 semester 1 karena ia merasa menjadi diri sendiri dan se-frekuensi dengan teman-teman kelas serta mampu berteman dengan teman dari latar belakang yang berbeda. 

Oleh sebab itu, ia dimasukkan lagi ke kelas kutu buku’ pada semester 2 nya, karena kebijakan sekolah bahwa 3 besar di kelas di pindah ke kelas eksekutif (kutu buku). Sampai kelas IX ia masuk ke kelas ‘kutu buku’. 

Belajar dari pengalaman di SMP yang pernah sekali mendapat juara 1, ia mulai memahami bahwa menjadi orang pintar itu menyenangkan karena bisa membanggakan orang tua, dihargai oleh teman-teman dan yang terpenting bisa berbagi ilmu dengan teman yang kurang faham, karena ia telah merasakan menjadi orang yang kurang faham akan pelajaran.

Ia mengatakan bahwa berbagi itu menyenangkan dan membawa kepuasan tersendiri. Maka di SMK ia mulai merubah cara belajarnya dan semakin rajin. “Usaha tak membohongi hasil”.

Ia mendapatkan juara 2 atau 3 selalu dari kelas X hingga kelas XII semester 1 dan sekali juara umum 3. Di semester 2 nya ia mendapatkan juara umum 1, nilai UN tertinggi dengan rata-rata 8,50, nilai UN Bahasa Indonesia tertinggi yaitu 9,40 dan nilai UN Matematika tertinggi yaitu 8,50. 

Ia menyadari hal itu tidak lepas dari do’a orang tua yang selalu mengiringi setiap langkahnya. Selain itu tidak lepas dari pengalaman organisasi dari SMK yaitu Pramuka. Ia adalah angkatan pertama di SMK dan angkatan pertama juga di Pramuka. 

Pramuka yang dibina oleh sense Chika Falda dan bapak Jefri Harta dan pelatih seorang mahasiswa psikologi UNP kala itu yaitu kak Saddam Husein. Berkat beliau yang selalu memberi arahan, bimbingan, berbagi pengalaman, dan motivasi-motivasi yang masih tetap ia ingat sampai sekarang. Selain pramuka, ia juga mengikuti Japanese Club dan Mubaliq sekolah. 

Peluang untuk melanjutkan pendidikan di mulai dari guru yang mendaftarkannya dan beberapa teman dalam beasiswa bidikmisi. Akhirnya ia mendaftar SNMPTN namun tidak ada satu pun yang lulus. 

Ia sangat kecewa. Namun ia yang memiliki tekad yang tinggi supaya untuk tetap melanjutkan kuliah, maka rasa kecewa itu ia bawa ke warnet untuk mencari info untuk kuliah. 

Akhirnya ia mendapatkan ada seleksi SBMPTN dengan modal nekat ia langsung daftar dengan nomor pendaftaran dari calon bidikmisi. Alhamdulillah setelah ujian tulis di UNP akhirnya ia lulus kuliah di Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi. 

Berbekal semangat dari SMK, ia mulai bertekad untuk bersungguh-sungguh kuliah sebagai bentuk syukur akan nikmat Allah SWT. Dalam rangkaian kegiatan BAKTI ia bertekad untuk menjadi mahasisa terbaik baik bintang aktivis kampus maupun mahasiswa lulusan terbaik. 

Kuliah di kampus II dengan segala keterbatasan tidak menghalangi ia untuk aktif dan berprestasi.  Ia aktif di Lembaga Kajian Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Kampus II (LKEI FEKDA) dan diamanahkan sebagai bendahara umum dan 2 periode pengurus terakhir ia diamanahkan sebagai Dewan Penasehat Pengurus (DPP). 

Ia aktif di BEM FEKDA diamanahkan sebagai staff divisi penelitian dan pengembangan. Ia juga aktif sebagai Sekretaris Koperasi Keluarga Besar (KKB) FEKDA selain itu juga aktif sebagai mentor di LMAI atau sekarang bernama BPMAI. 

kemudian juga aktif di organisasi luar kampus seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Luhak Nan Bungsu. Di PK KAMMI Kota Payakumbuh ia sebelumnya diamanahkan sebagai koordinator kemuslimahan dan sekarang sebagai koordinator kajian strategis. 

Selain itu ia juga aktif di Ikatan Remaja Mesjid Darussalam (IRMD) Sungai Sariak Baso dan juga diamanahkan sebagai Bendahara Umum yang kepengurusannya telah berakhir satu tahun yang lalu. Diawal  semester 5 ia mendaftar dan terpilih sebagai asisten dosen di FE kampus II sampai sekarang. 

Ia selalu mencoba dalam beberapa ajang kompetisi. Seperti PKM hampir setiap tahun ia mengikuti PKM dan Alhamdulillah tahun 2015 proposal PKM bidang penelitiannya didanai oleh Dikti. Ia juga pernah mengikuti Unand Award tahun 2015. 

Ia juga mengikuti seleksi pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat fakultas yang mana ia menjadi perwakilan dari jurusan Ekonomi Pembangunan kampus II. Ia juga sering mengikuti lomba menulis yang diadakan oleh kampus-kampus lain,  instansi-instansi dan organisasi-organisasi. 

Alhamdulillah baru dua kali tulisannya di jadikan buku antologi walau mengirimkan tulisannya sudah sangat sering. Dan di awal Januari 2018 ia mengikuti lomba menulis esay yang diadakan oleh FORKOMSI UGM dan Alhamdulillah esay-nya lulus menjadi 20 besar esay terbaik dan akan diterbitkan di buletin FORKOMSI UGM.

Ia sangat percaya istilah “Man jadda wa jada” siapa yang bersungguh-sungguh maka ia yang dapat/berhasil. Selain itu yang terpenting adalah ridho orang tua, doa ibu dan ayah sangat mustajab bagi keberhasilan anaknya. 

Ayahnya selalu berpesan selalu pakailah ilmu padi “semakin berisi semakin merunduk”. Jangan pelit untuk berbagi ilmu maupun rezki, karena dengan berbagi akan semakin menambah yang ada sama kita dan yang terpenting dalam melakukan sesuatu harus jujur dan sportif.

Alhamdulillah akhirnya ia menjadi salah satu dari 15 lulusan terbaik universitas pada wisuda I tahun 2018 dengan IPK 3,86, lama studi 3 tahun 5 bulan dengan predikat lulus dengan pujian.

Terakhir ia berterima kasih banyak kepada guru-guru TK, SD, SMP, SMK, dosen-dosen FE Unand yang telah mengajarkan ia ilmu, membimbing sehingga ia bisa seperti sekarang, kepada ibu Musbatiq Srivani, S.E.Akt., M.A., M.SE. selaku pembimbing akademik dan sekaligus pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan arahan, bimbingan dan motivasinya, terima kasih banyak kepada karyawan/ti FEKDA UA dan kepada ibu bapak yang telah membantu. Mohon do’a nya ibu bapak guru/dosen agar ia bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, panjang umur, sehat selalu, murah rezeki dan semua cita-citanya terkabul. Aamiin.

Humas dan Protokol Unand

 

Read 2002 times