Hemi Lavour Fernandez

  • + Prodi: Ilmu Hukum
  • + Status: Mahasiswa
  • + Tahun Masuk: 2014

Lahir di Solok pada tanggal 4 Februari Tahun 1996, menghabiskan masa kecil hingga remaja di Muaro Labuah, Solok Selatan. Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas, memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi dengan mengambil jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Andalas. 

Terkagum ketika melihat bagaimana megahnya masa perkuliahan dan status mahasiswa yang diemban pada masa awal perkuliahan. Menjadi mahasiswa kampus merah Angkatan 2014, ia menolak untuk menjadi mahasiswa yang lurus-lurus saja, dengan hanya kuliah-nongkrong-pulang. 

Ia memilih untuk aktif di beberapa organisasi, yaitu satu di Unit Kegiatan Fakultas, dan satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Tingkat Universitas. UKF Komunitas Basilek Lidah (Kombad) Justitia, sebuah UKF yang membuat saya memiliki kemampuan dalam berbicara dan menulis. 

Pertama kali mengikuti Lomba Debat Mahkamah Konstitusi pada Tahun 2015, ketika masih menjejaki tahun pertama perkuliahan. Waktu yang tersita untuk latihan dan bertanding dapat terbayar lunas dengan ilmu dan pengalaman yang didapatkan. 

Sangat berharga untuk membuka lembar baru masa peralihan dari masa putih abu-abu ke masa perkuliahan. Kemudian pada akhir tahun 2015 kembali mengikuti Lomba Debat Mahasiswa Nasional Keterbukaan Informasi Publik.

Pada pertengahan tahun 2015 ia mendaftar dan menjadi Anggota Muda UKM Pengenalan Hukum dan Politik (PHP) Universitas Andalas. UKM PHP UNAND memperbaiki pola berpikir dan membuatnya belajar banyak. 

Mulai dari seni dalam berbicara, berdiskusi, membangun aliansi, hingga pada menulis, baik tulisan formal maupun non-formal. Beberapa kali menulis opini di media cetak lokal dengan memberikan pandangan pribadi dengan menggunakan pisau bedah hukum dan politik dalam melihat permasalahan tersebut secara objektif.

Setelah dilantik menjadi Anggota Penuh UKM PHP UNAND pada tahun 2016, ia memilih untuk melanjutkan menjadi Pengurus dengan menjadi Anggota Departemen Hukum dan Politik. Mulai membangun jaringan gerakan mahasiswa dan membuat beberapa kajian, dimana pada saat itu kami terfokus untuk melakukan advokasi tentang Pendidikan Tinggi.

Pada Kongres UKM PHP UNAND, ia terpilih untuk menjadi Ketua Umum UKM PHP UNAND pada tahun periode 2017/2018. Pada kepengurusan kali ini ia mencoba untuk membangun sebuah gerakan mahasiswa yang lebih kuat serta mencoba untuk merebut ruang publik, dengan cara membangun dan membuat diskusi-diskusi yang berjalan secara sistematis, dimana diskusi tersebut tidak hanya dijadikan ota lapau ndak barisi. Tetapi hasil akhir dari diskusi tersebut dijadikan sebagai langkah awal untuk membangun sebuah gerakan.

Untuk hal yang paling mempengaruhinya adalah ketika melihat seorang mahasiswa menangis pada saat daftar ulang mahasiswa baru pada tahun 2017. Ternyata masih ada anak yang memiliki cita-cita tinggi untuk dapat berkuliah di Perguruan Tinggi tetapi terhalang karena tidak memiliki uang dan memaksanya untuk menangis sambil menceritakan keinginannya untuk dapat tetap berkuliah. 

Akhirnya ia bersama rekan-rekannya di UKM PHP UNAND melakukan advokasi terhadap beberapa orang mahasiswa baru yang terhalang masalah biaya pada saat daftar ulang mahasiswa baru.

Kampus ini membutuhkan orang-orang yang memiliki keinginan dan kemauan untuk membantu kawan-kawannya yang lain. Karena ketika tetangga sebangkumu saja tidak peduli dengan nasibmu, pada siapa lagi kamu akan mengadu? Ketika pendidikan tidak memberikan kesempatan bagi seseorang untuk berubah menjadi lebih baik, apalagi yang bisa mengubah seseorang?

Humas dan Protokol Unand 

 

Read 1799 times

Booklet Unand