LIVE STREAMING - Silaturahmi Idul Fitri 1441 H- Bersama Prof. Komaruddin Hidayat, MA. Ph.D (Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia)  Klik tombol LIVE STREAMING
Toggle Bar

Harben Sani

Harben Sani Universitas Andalas
  • + Unit Kerja : Rektorat
  • + Status: Tenaga Kependidikan

Pola dan  Tantangan Work From Home (WFH) Tenaga Kependidikan Di Masa COVID 19

Proses pendidikan dalam suasana yang terus bergerak untuk usaha memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) harus terus berjalan sebagaimana mestinya, proses pendidikan yang semuala dalam bentuk tatap muka mesti di alihkan ke bentuk pertemuan dalam jaringan (daring) yang pasti proses pendidikan itu akan terus bergulir baik proses dengan bimbingan maupun proses pendidikan mandiri. 

Terlaksananya proses pendidikan itu tentu membutuhkan kerja yang terintegrasi  dengan pelaksanaan proses penyelesaian administrasi pendidikan. Tanpa arah dan tujuan yang jelas record proses tentu akan terserak dan terhapus sesuai masanya.  Peran tenaga kependidikan sebagimana disebutkan dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional adalah melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan dimana Pendidik sebagai tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi mesti berjalan seiring sebagai mitra kolaborasi yang profesional.

Pandemi virus Corona membuat sistem yang selama ini sudah matang dalam bentuk aplikatif memaksa kita berfikir lebih progresif kedepan semisal bom waktu akan dan yang sudah meledak di perguruan tinggi untuk mengembangkan pola baru pendidikan kearah teknologi 4.0. Mau tidak mau mesti menuju bentuk yang jelas. Dalam praktek transformasi keilmuan antara pendidik dengan peserta didik sejauh ini terlihat tidak terjadi persoalan yang signifikan bahkan terkesan lebih baik dari bentuk yang sebelumnya, kreatifitas pendidik dan kreatifitas peserta didik dalam pelaksanaan transfer ilmu lebih kearah inovasi baru yang sama-sama mapan tinggal membuat dan mengarahkan ke bentuk yang seragam sehingga termaktum dan terakomodasi dalam bentuk peraturan dan payung hukum akademik yang jelas.

Dilema akan muncul dengan tugas dan fungsi tenaga kependidikan sebagai pelaksana proses administrasi dan  pelayanan pekerjaan teknis serta pertanggungjawaban penggunaan anggaran menjadi hal yang mesti di lakukan dengan baik, persiapan berbagai hal perangkat, akses jaringan internet sampai kepada data dan kuota untuk bisa mengakses internet, ditambah lagi belum jelasnya kurikulum daring yang mesti dilaksanakan dan menyesuaikan sehingga proses berjalannya dengan baik. Pengaturan pelaksanaan perkuliahan mesti sudah ditetapkan dengan ketentuan yang jelas bukan menurut kemampuan atau perjanjian antara pendidik dan peserta didik tetapi menggunakan bentuk pertemuan yag valid katakan saja e-learning atau bentuk lain yang di atur dengan ketentuan di perguruan tinggi terkait, proses penelitian dengan bantuan laboran dan Pranata Laboratorium Pendidikan dan pengabdian masyarakat dengan pola kerjasama yang jelas. Dengan demikian ketentuan proses itu jelas melibatkan tenaga kependidikan sebagai suporting programnya pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam hal pekerjaan administrasi terkait data dan program yang sudah aplikasi jelas tidak menjadi masalah tetapi pekerjaan teknis data dukung dokumen keuangan, kebersihan, pemeliharaan sarana prasarana (sarpras), keamanan dan pengadaan barang dan jasa menjadi mutlak untuk tenaga kependidikan terus datang kekantor walau dengan tetap menjaga Sosial Distancing selama masa PSBB bagi daerah yang sudah zona merah sesuai dengan analis kementerian kesehatan.

Semoga saja masa Pandemi covid 19 cepat berakhir dengan niat dan permohonan yang ikhlas kepada Allah SWT,  sehingga suasana pendidikan bisa normal kembali, kondisi kampus sebagai atmosfir pendidikan terlihat ramai dari aktifitas civitas akademika. 

Pada akhirnya kita harus mengakui bahwa kita rindu dengan kenyamanan dalam bentuk apapun dan mesti kita katakan bahwa pendidikan itu sebagai investasi masa depan harus menjadi prioritas semua pihak walau dalam kondisi dan suasana darurat dilanda virus corana dan virus lainnya, dilema yang terlihat dari aspek kerja penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi baik dari sisi pendidik maupun tenaga kependidikan mesti di carikan solusinya, apakan setelah pandemi ini kita kembali ke bentuk tatap muka atau tetap bentuk daring yang profesional dan terarah. Mari tetap ciptakan kreativitas dan inovasi dengan adaptasi yang cepat dengan perubahan yang terjadi sehingga tenaga kependidikan tetap produktif tinggi dengan WFH pola baru dalam pelayani semua stakeholder di perguruan tinggi. # SaveTenaga Kependidikan 

Harben Sani, S.Pt,MP)* Kepala Bagian tata Usaha LPPM Universitas Andalas

 

Read 790 times
More in this category: « Akbar Karim Fitri Aulia »