Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada warga terdampak banjir di Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Rabu (26/11).
Penyaluran bantuan ini menjadi wujud kepedulian UNAND terhadap masyarakat sekitar yang tengah menghadapi kondisi darurat. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Rektor UNAND, didampingi Sekretaris Universitas, Direktur Pascasarjana, dan Ketua LPPM UNAND kepada Camat Pauh.
Dalam kesempatan itu, Camat Pauh juga menjelaskan kondisi psikologis warga, terutama mereka yang kehilangan rumah akibat banjir. Ia menyebutkan bahwa seorang warga yang rumahnya hanyut kini berada dalam keadaan linglung dan sering histeris ketika teringat kejadian tersebut. “Kami berharap ada bantuan konseling bagi warga, karena beberapa di antara mereka mengalami tekanan emosional yang cukup berat,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan komitmen universitas untuk memberikan dukungan menyeluruh, tidak hanya berupa bantuan logistik tetapi juga pemulihan psikososial.
Ia menambahkan bahwa tenaga ahli, termasuk konselor, akan dikerahkan untuk membantu warga mengatasi trauma hingga kondisi mereka benar-benar membaik. “UNAND berkomitmen untuk memberi dukungan. Kami siap mengerahkan mahasiswa sebagai relawan, tenaga ahli, termasuk konselor dan tim terkait, untuk membantu warga di pengungsian,” tegasnya.
Camat Pauh juga mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak, termasuk UNAND. “Alhamdulillah sudah banyak bantuan yang masuk dan saat ini ditambah pula dengan bantuan dari UNAND. Kita berharap dapat memenuhi prasarana dasar,” katanya. Ia menekankan bahwa bantuan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih berada di pengungsian.
Bantuan yang disalurkan UNAND mencakup berbagai kebutuhan pokok masyarakat, antara lain 20 helai selimut, 20 dus air mineral, 23 dus mie instan, 10 karung beras, 1 dus popok dewasa, 1 dus popok bayi, 10 lapik telur, 100 batang sabun mandi, 1 dus sabun cuci piring, serta 5 dus minyak goreng. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang mengungsi di SMP 44 Batu Busuak, yang saat ini menampung 107 KK atau 327 jiwa.
Banjir yang melanda Batu Busuak telah menyebabkan kerusakan signifikan. 2 rumah hanyut, 5 rumah rusak parah, 1 mushalla terendam, dan total 140 rumah terdampak banjir dengan total 341 jiwa. Kondisi ini menuntut respons cepat, baik dari sisi logistik maupun pendampingan emosional bagi warga.
Dengan bantuan yang diberikan, UNAND berharap proses pemulihan fisik dan mental warga dapat berjalan lebih cepat, sehingga masyarakat Batu Busuak dapat segera kembali ke rumah dengan kondisi yang lebih aman dan stabil. (A)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik

