Bayangkan seorang siswa menghadapi soal matematika yang sulit. Sebelum membuka buku atau bertanya kepada gurunya, ia terlebih dahulu membuka ChatGPT. Dalam hitungan detik, jawaban muncul lengkap dengan langkah penyelesaian. Ketika mendapat tugas menulis esai, ia kembali meminta bantuan AI. Sebuah tulisan yang rapi pun tersedia, bahkan dapat diperbaiki sesuai instruksi.
Read more: Ketika AI Makin Pintar, Apa yang Harus Dipelajari Siswa?
Minangkabau terkenal dengan cerita rakyat (kaba Minangkabau). Masa Minangkabau lama, istilah kaba bersumber dari bahasa Sanskerta, yang berarti senda gurau atau cerita pelipur lara dan secara umum berasal dari bahasa Arab Akhbar (Indonesia: kabar; Minangkabau: kaba). Kaba Minangkabau sebagian besar ceritanya berupa rekaan, karena kisahnya dibuat menyimpang dari sistem dan struktur sosial masyarakat Minangkabau (Navis, 1984). Cerita rakyat bersifat anonim, merupakan cerita lisan, yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita dan tidak terikat oleh waktu maupun tempat. Saking tuanya cerita rakyat, sehingga tidak ada yang dapat memastikan awal mula keberadaannya, dan biasanya dikatakan saja sudah ribuan tahun yang lalu. Hal ini sesuai dengan sifatnya sebagai bahasa lisan, penyampaiannya dari mulut ke mulut, turun temurun dari generasi ke generasi, lintas usia, lintas masa, waktu, dan tempat. Cerita lisan biasanya tidak persis sama, karena pewarisannya disesuaikan dengan daya literasi penuturnya, bisa bersifat mencekung dan mencembung. Namun, pada hakekatnya memberikan manfaat dan dapat menghibur penikmatnya.
Pernyataan pemerintah bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan masih aman mempunyai konsekuensi bagi masyarakat. Orang tua dapat menggunakannya untuk mempertimbangkan kegiatan anak, sementara pekerja memerlukan informasi tentang risiko aktivitas di luar ruangan. Penilaian tersebut harus menjelaskan wilayah yang dimaksud, waktu pengukuran, dan perlindungan yang tersedia. Ketepatan informasi menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah karena keputusan warga dapat bergantung padanya.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengubah berbagai sifat tanah yang menjadi penopang kehidupan tanaman dan organisme di dalamnya. Setelah api berhasil dipadamkan, perhatian biasanya tertuju pada pemulihan tutupan vegetasi. Rumput, semak, dan tanaman muda yang mulai tumbuh sering dianggap sebagai tanda bahwa kawasan bekas kebakaran telah kembali pulih.
Read more: Berapa Lama Tanah Pulih Setelah Karhutla? Menelusuri Pemulihan Tanah
Transisi energi selama ini sering dipahami sebagai upaya menggantikan energi fosil dengan energi terbarukan, melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga air, surya, angin, maupun sumber energi bersih lainnya. Padahal, keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kapasitas pembangkit yang dibangun atau seberapa banyak emisi karbon yang berhasil dikurangi.