Perempuan Indonesia sedang melangkah di atas panggung sejarah yang gemilang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan telah menembus 56 persen, dengan 32 persen di antaranya berstatus sebagai pengusaha. Ini bukan sekadar angka. Ini adalah deklarasi bahwa perempuan telah bertransformasi dari sekadar pelengkap menjadi penggerak utama roda ekonomi keluarga dan bangsa.
Di balik sebatang cokelat yang kita nikmati, terdapat perjalanan panjang yang dimulai dari kebun-kebun kakao milik jutaan petani kecil di daerah tropis. Ironisnya, ketika permintaan dunia terhadap cokelat terus meningkat dan harga kakao internasional mencapai rekor tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, kesejahteraan sebagian besar petani kakao Indonesia belum mengalami perubahan yang berarti. Paradoks ini mengundang pertanyaan mendasar: mengapa komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi belum sepenuhnya mampu meningkatkan taraf hidup para produsennya?
Setelah melihat sisi penerimaan negara, hubungan fiskal pusat-daerah, serta defisit dan beban utang, analisis RAPBN 2027 perlu dilanjutkan pada sisi belanja. Pertanyaannya bukan sekadar berapa besar pemerintah akan membelanjakan anggaran, tetapi untuk apa anggaran tersebut digunakan, bagaimana komposisinya berubah, dan seberapa besar outcome pembangunan yang dihasilkan. RAPBN 2027 merencanakan Belanja Negara sebesar Rp4.097,2 triliun, meningkat sekitar Rp254,5 triliun dibandingkan APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp3.362,2 triliun merupakan Belanja Pemerintah Pusat dan Rp735 triliun Transfer ke Daerah.
Read more: Analisis RAPBN 2027: Seri 4 Membaca Arah dan Kualitas Belanja Negara
Memasuki perguruan tinggi merupakan salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan seorang anak. Setelah bertahun-tahun terbiasa dengan lingkungan sekolah, teman-teman yang relatif sama, guru yang dikenal, serta pola belajar yang sudah familiar, mahasiswa kini berhadapan dengan dunia yang jauh lebih beragam. Mereka bertemu teman dari daerah, budaya, keluarga, kebiasaan, dan karakter yang berbeda. Mereka juga memasuki relasi baru dengan dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, serta berbagai komunitas di kampus.
Read more: Mahasiswa Baru, Lingkungan Baru: Belajar Beradaptasi dengan Kekuatan Komunikasi
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menetapkan pendapatan negara sebesar Rp3.426,0 triliun dan belanja negara Rp4.097,2 triliun. Dengan postur tersebut, defisit anggaran direncanakan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen Produk Domestik Bruto (PDB). Secara nominal maupun relatif terhadap PDB, defisit tersebut lebih rendah dibandingkan APBN 2026 yang sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen PDB. Pemerintah dengan demikian tetap mempertahankan defisit di bawah batas 3 persen PDB dan bahkan mengarahkannya semakin rendah. Postur resmi RAPBN 2027 memang menempatkan defisit sebesar 2,40 persen PDB dengan pembiayaan Rp671,2 triliun.
Read more: Analisis RAPBN 2027: Seri 3 Defisit Anggaran, Beban Utang, dan Ketahanan Fiskal