Ada remaja yang tampak baik-baik saja di sekolah, tetapi menyimpan luka yang sangat dalam di rumah. Ada yang tetap hadir di kelas, mengerjakan tugas, tersenyum kepada teman, namun diam-diam merasa tidak lagi sanggup menjalani hidup. Ada pula yang tidak pernah secara langsung mengatakan “saya ingin mengakhiri hidup”, tetapi menunjukkan tanda-tanda kelelahan emosional melalui perubahan perilaku: menarik diri, mudah marah, kehilangan minat, menghapus media sosial, menyakiti diri, atau menulis kalimat-kalimat samar tentang keinginan untuk menghilang.
Read more: Mendengar Sunyi Remaja: Saat Luka Batin Tidak Selalu Terdengar sebagai Tangisan
Beberapa tahun terakhir, dunia dibuat takjub oleh kemunculan Artificial Intelligence (AI) generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan berbagai Large Language Model (LLM) lainnya. Teknologi ini mampu menulis artikel, menjawab pertanyaan, membuat kode program, hingga menghasilkan gambar dan video hanya dari instruksi singkat manusia. Kehadirannya perlahan mengubah cara orang bekerja, belajar, dan berinteraksi dengan teknologi. Di lingkungan kampus, AI mulai dimanfaatkan untuk membantu penyusunan materi ajar, pencarian referensi, analisis data penelitian, hingga pelayanan akademik. Banyak pihak kemudian menyebut fenomena ini sebagai revolusi baru kecerdasan buatan.
Read more: AI Generatif Sudah Lewat, Kini Era Agentic AI dan Beyond RAG Dimulai
Pendahuluan
Hari ini, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mendekati level Rp17.500 per dolar AS, level yang mendekati titik terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Pelemahan rupiah tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama karena terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, tekanan pasar keuangan internasional, dan meningkatnya persepsi risiko terhadap emerging markets. Pelemahan rupiah tidak hanya mempengaruhi pasar keuangan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi, biaya impor, stabilitas APBN, daya beli masyarakat, hingga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.
Read more: Neraca Pembayaran dan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Ancaman bagi Ekonomi Indonesia 2026?
Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum refleksi atas arah dan masa depan pendidikan. Tahun ini, refleksi tersebut menjadi semakin relevan ketika dunia tengah memasuki fase akselerasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Perguruan tinggi, sebagai jantung produksi pengetahuan dan pembentukan sumber daya manusia unggul, berada di persimpangan jalan: apakah akan menjadi penggerak transformasi atau justru tertinggal oleh perubahan yang begitu cepat.
Read more: Hari Pendidikan Nasional di Era Kecerdasan Buatan: Perguruan Tinggi di Persimpangan Jalan
Beberapa bulan lalu, tulisan saya mengenai perlambatan ekonomi Sumatera Barat mendapat perhatian cukup luas di berbagai media (https://www.unand.ac.id/berita/kepakaran/1723-pertumbuhan-ekonomi-sumbar-perlambatan-unand). Inti dari tulisan tersebut sederhana, perlambatan ekonomi Sumbar bukan fenomena sementara, melainkan berlangsung secara sistematis dan bertahap selama lebih dari satu dekade. Argumentasi itu didasarkan pada satu hal penting, yaitu tidak adanya perubahan struktur ekonomi yang cukup kuat untuk menciptakan mesin pertumbuhan baru.
Read more: Pertumbuhan Ekonomi Sumbar (Q1-2026) 5,02 Persen, Apakah Perlambatan Sudah Berakhir?