Opini Dosen
- Details
Indonesian Game Rating System (IGRS) atau Sistem Rating Gim Indonesia merupakan kebijakan terhadap klasifikasi jenis gim video (video game) berbasis umur dan konten oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Sistem ini mulai diberlakukan pada ekosistem Steam sejak 4 April 2026 dengan rating 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Selain sistem rating tersebut, Kemkomdigi berhak menolak peredaran produk gim video yang memiliki konten bermasalah dengan label RC (Refused Classification) sehingga tidak layak untuk dijual di Indonesia. Rating tersebut diimplementasikan sesuai dengan landasan hukum pada Peraturan Menteri Kominfo nomor 2 tahun 2024 tentang klasifikasi gim dan sudah tertera melalui laman resmi IGRS.
- Details
Banyak yang percaya bahwa penuaan adalah proses linier yang tak terelakkan—sebuah penurunan perlahan menuju kerapuhan organ. Namun, sebuah pemikiran revolusioner muncul: Jika Anda saat ini berusia 59 tahun, Anda tidak harus menerima kondisi organ yang melemah. Melalui protokol Kembali Muda, kita bertujuan menarik kondisi fisik dan fungsi organ dalam mundur 30 tahun ke belakang hingga mencapai vitalitas usia 29 tahun.
- Details
Dunia media sosial kita belakangan ini kembali gaduh oleh fenomena tahunan: perbedaan penetapan awal bulan Hijriah. Namun, kegaduhan kali ini sedikit berbeda. Di tengah kemudahan akses data astronomi melalui aplikasi seperti Stellarium hingga kriteria visibilitas MABIMS yang semakin presisi, perdebatan justru sering kali tidak berujung pada pencerahan. Yang terjadi malah benturan ego. Sering kali, argumen data dibalas dengan tameng gelar akademik atau otoritas keagamaan.
- Details
Bukan orang Minang di group atau pada meeting meeting seminar untuk tinggal diam. Mereka terbiasa untuk mengkritik siapapun saja, kendatipun itu pimpinan daerah, tokoh adat dan presiden sekalipun. Pokoknya apa saja masalah yang didiskusikan akan ramai, saling sahut menyahut.
- Details
Bismillāhirrahmānirrahīm. Menjelang Ramadhan atau Syawal, umat Islam di Indonesia sering kali terjebak dalam dikotomi lama: Hisab atau Rukyat? Perdebatan ini seolah menjadi ritual tahunan yang tak kunjung usai. Namun, belakangan ini saya menemukan perspektif menarik yang berangkat dari keunikan linguistik Al-Qur’an. Saya mulai memberanikan diri menelusuri ayat-ayat suci, tentu dengan bantuan model bahasa cerdas (AI) sebagai "teleskop digital" untuk memetakan frekuensi kata, yang kemudian saya verifikasi secara manual agar tetap dalam koridor makna yang benar.

