Opini Dosen
- Details
Bismillāhirrahmānirrahīm. Menjelang Ramadhan atau Syawal, umat Islam di Indonesia sering kali terjebak dalam dikotomi lama: Hisab atau Rukyat? Perdebatan ini seolah menjadi ritual tahunan yang tak kunjung usai. Namun, belakangan ini saya menemukan perspektif menarik yang berangkat dari keunikan linguistik Al-Qur’an. Saya mulai memberanikan diri menelusuri ayat-ayat suci, tentu dengan bantuan model bahasa cerdas (AI) sebagai "teleskop digital" untuk memetakan frekuensi kata, yang kemudian saya verifikasi secara manual agar tetap dalam koridor makna yang benar.
- Details
Dalam beberapa tahun terakhir, satu kata semakin sering terdengar dalam percakapan dosen di berbagai kampus di Indonesia, yaitu kata Scopus. Kata ini muncul di ruang dosen, seminar penelitian, hingga grup WhatsApp akademik. Bagi sebagian dosen, Scopus dipandang sebagai simbol prestise akademik. Bagi yang lain, ia terasa seperti beban administratif yang harus dikejar demi kenaikan jabatan.
- Details
Senin, 8 Desember 2025 Saya dikontak Prof. Revis, Wakil Rektor IV Universitas Jambi. Tim tanggap darurat Bencana begerak dari Jambi hari sebelumnya. Tim ini berencana untuk menuju Palembayan di Kabupaten Agam salah satu daerah terdampak parah oleh bencana Banjir dan longsor. Semula tim mau memasuki wilayah itu melalui Bukittinggi. Namun jalur Bukittinggi ke Palembayan terputus. Satu-satunya jalan adalah melalui Solok menuju Padang, dari Padang terus ke Lubuk Basung.
- Details
Sejak kebijakan Dana Desa pertama kali digulirkan pada tahun 2015, pemerintah Indonesia menaruh harapan besar bahwa pembangunan di tingkat desa akan menjadi lebih adil, partisipatif, dan bertumpu pada kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan tahun 2024, alokasi Dana Desa pada tahun pertama implementasi kebijakan ini mencapai Rp20.766,2 miliar. Angka tersebut terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun hingga mencapai Rp71.000 miliar pada tahun 2024. Sepanjang periode 2015 hingga 2024, total Dana Desa yang telah dialokasikan negara mencapai Rp 609,9 triliun dan disalurkan kepada 75.259 desa di seluruh Indonesia. Besarnya alokasi ini menjadikan Dana Desa sebagai faktor pendapatan terbesar dalam APBDes dan menjadikan desa sebagai pusat konsentrasi kebijakan pembangunan nasional.
- Details
Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya banyak di antara kita yang pernah melihat atau bahkan melakukan tindakan suap dan gratifikasi dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu mengetahui dan memahami bahwa suap dan gratifikasi termasuk dalam tindak pidana korupsi. Sebagaimana yang jelaskan dalam UU 31 Tahun 1999 Jo UU 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), bahwa terdapat 7 jenis tindak pidana korupsi yang mana di dalamnya termasuk suap-menyuap dan gratifikasi. Namun, pada kenyataannya banyak di antara kita yang tetap memberikan suap kepada pejabat birokrasi untuk mempermudah segala urusan, contohnya “menembak surat izin mengemudi (SIM)”, ataupun gratifikasi seperti “memberi uang terima kasih kepada pejabat birokrasi atas pelayanan yang cepat”.

