Dalam historiografi pendidikan tinggi di Sumatera Barat, ada satu anekdot sejarah yang menggelitik logika: Universitas Andalas (UNAND) kini disebut berusia 70 tahun, sementara Universitas Negeri Padang (UNP) justru mengeklaim telah berusia 72 tahun.
Menjadi pejabat publik di negeri ini tampaknya semakin hari semakin mewah fasilitasnya, tetapi semakin tipis telinganya. Banyak figur yang dengan penuh antusias merebut kursi kekuasaan, lengkap dengan segala wewenang dan protokol yang melekat. Namun, begitu kursi tersebut berhasil diduduki, mereka mendadak lupa pada konsekuensi paling mendasar dari jabatan tersebut: siap berada di bawah lampu sorot dan radar penilaian masyarakat.
Dulu, ketika saya hendak mendaftar Sekolah Dasar, guru tidak pernah bertanya berapa usia calon muridnya. Pertanyaan itu tidak relevan, sebab kebanyakan orang tua di kampung kami buta huruf dan tidak menyimpan catatan kelahiran. Sebagai gantinya, ada satu bentuk tes seleksi yang sangat sederhana, tetapi cukup krusial:
Nusa Tenggara Barat (NTB) is known for its beautiful natural surroundings, rich culture, and growing tourism industry. The province has great potential for sustainable development, with attractions like the Mandalika International Circuit and beautiful coastlines. However, NTB also has some serious health problems that need to be dealt with. Tackling these issues can improve people's lives in the community and help achieve the Sustainable Development Goals (SDGs).
Barisan tanaman teh membentang di lereng hijau Duyun. Dari kebun itu, perjalanan pembelajaran berlanjut ke ruang pengolahan, studio promosi, dan perdagangan digital. Di bagian lain kampus, mahasiswa teknik mengenakan perangkat realitas virtual sebelum berhadapan dengan pekerjaan pengelasan yang sebenarnya. Di Guizhou, kami melihat pendidikan tidak berhenti pada penjelasan di ruang kelas; dunia kerja dibawa masuk ke kampus dan menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari mahasiswa.