Medan (UNAND) - Universitas Andalas (UNAND) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia serta perluasan jejaring global melalui partisipasi tiga dosennya pada The 4th International Conference on Natural Resources and Sustainable Development (ICNRSD) 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara pada (5/2). Keterlibatan ini merupakan bagian dari Program EQUITY (Enhancing Quality and Internationalization of Higher Education), sebuah inisiatif strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang bertujuan meningkatkan kualitas dan internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia.

Program EQUITY hadir sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas riset, inovasi, serta daya saing global akademisi Indonesia. Melalui program ini, pemerintah mendorong agar output penelitian tidak hanya berupa publikasi ilmiah, tetapi juga berdampak nyata bagi pembangunan dan mendukung penyusunan kebijakan publik yang berkelanjutan. Salah satu fokus utama EQUITY adalah memperluas kolaborasi riset internasional guna memperkaya perspektif dan memperkuat relevansi penelitian.

Pada ICNRSD 2026, tiga tim UNAND mempresentasikan karya ilmiah berorientasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dari Departemen Teknik Sipil, Prof. Ir. Elsa Eka Putri, S.T., M.Sc.(Eng), Ph. D bersama Assoc. Prof. Ir. Ts. Dr. Lillian Gungat dari Universiti Malaysia Sabah – Malaysia memaparkan riset berjudul “Reassessing Local Road Function for SDG-Oriented Regional Accessibility: Evidence from Lima Puluh Kota, West Sumatra.”

Artikel kedua disampaikan oleh Dr. Ir. Andriani, S.T., M.T. yang berkolaborasi dengan Assoc. Prof. Dr. Alsidqi Hasan dari Universiti Malaysia Sarawak – Malaysia melalui penelitian “Sustainable Road Development in Lowland Areas: Integrating Environmental, Geotechnical, and  Sustainability Perspectives for Future Infrastructure  Resilience”

Sementara itu, kontribusi dari ranah sosial-humaniora diwakili oleh Delfia Tanjung Sari, SE, M. Si, Ph.D., dosen Departemen Ekonomi bersama Alvin Nadher Jajo Aldawod, Ph.D. dari University of Duhok, Kurdistan Region - Iraq, melalui paper “The Matrilineal Advantage: Minangkabau Adat as a Framework for Sustainable Socio-economic Development.”

Partisipasi ini tidak hanya menjadi sarana diseminasi riset, tetapi juga langkah strategis memperkuat jejaring internasional dan mempromosikan kearifan lokal Sumatra Barat dalam diskursus pembangunan berkelanjutan global.