Padang (UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat peran kehumasan sebagai fungsi strategis institusi melalui Workshop Kehumasan bertema “Transformasi Kehumasan UNAND: dari Informasi ke Reputasi” yang digelar pada 7–8 Februari 2026 di Convention Hall Kampus Limau Manis, Padang.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik UNAND sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keseragaman strategi komunikasi di lingkungan universitas, fakultas, pascasarjana, rumah sakit, hingga unit kerja.

Sekretaris Universitas Dr. Aidinil Zetra, menegaskan bahwa fungsi kehumasan di perguruan tinggi saat ini tidak lagi terbatas pada penyampaian informasi. Dalam era keterbukaan publik dan kompetisi global, humas dituntut mampu berperan aktif dalam membangun dan menjaga reputasi institusi secara terukur dan berkelanjutan.

“Humas harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan strategis. Tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu membaca isu, mengelola persepsi publik, serta memastikan komunikasi institusi selaras dengan visi dan tujuan UNAND,” ujar Aidinil dalam pengantarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor I Prof. Syukri Arief, yang menilai kehumasan UNAND perlu dijalankan sebagai fungsi manajerial strategis. Menurutnya, perkembangan teknologi digital menjadikan media sosial dan electronic public relations (e-PR) sebagai kanal utama komunikasi institusi, sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait akuntabilitas dan reputasi.

“Tekanan kompetisi dan tuntutan publik menuntut humas yang profesional, adaptif, dan mampu mengelola komunikasi internal maupun eksternal secara terpadu,” katanya.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional di bidang komunikasi strategis. Salah satunya Emilia Bassar, Direktur Komunikasi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sekaligus pendiri Center for Public Relations, Outreach, and Communication (CPROCOM). Dalam paparannya, Emilia menekankan pentingnya perencanaan komunikasi berbasis tujuan akhir institusi dan pengukuran kinerja yang jelas.

Ia menyoroti perlunya strategi komunikasi yang disusun berdasarkan riset, pemetaan pemangku kepentingan, serta penetapan tujuan komunikasi yang terukur melalui pendekatan SMARTER.

“Humas harus mampu menjawab dampak apa yang ingin dicapai organisasi dan bagaimana komunikasi berkontribusi secara nyata terhadap pencapaian tujuan tersebut,” ujarnya.

Narasumber lainnya, Takhta Pandu Padmanagara, Founder Commpac InboundID Network, membahas pentingnya pengelolaan komunikasi digital, relasi media, serta pemanfaatan konten kreatif dan storytelling untuk meningkatkan keterlibatan publik di ruang digital.

Workshop ini diikuti oleh pimpinan universitas, dekan, wakil dekan, direktur, serta pengelola humas, protokol, dan layanan informasi publik di lingkungan UNAND. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menyelaraskan tujuan organisasi dengan aktivitas komunikasi serta memahami bahwa reputasi institusi merupakan aset strategis jangka panjang.

Melalui workshop tersebut, UNAND menegaskan komitmennya untuk memperkuat kehumasan sebagai fungsi manajerial yang profesional, terukur, dan berorientasi pada penguatan reputasi institusi di tingkat nasional maupun global.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik