Padang (UNAND) — Momentum Idulfitri dimanfaatkan Rektor Universitas Andalas (UNAND), Efa Yonnedi, Ph.D., untuk menyampaikan tiga pesan strategis kepada sivitas akademika dan masyarakat. Dalam suasana penuh kebersamaan dan refleksi, ia menekankan pentingnya meneguhkan peran kampus di tengah dinamika global, menjaga integritas di era digital, serta memimpin aksi nyata menghadapi perubahan iklim.
Pertama, Rektor mengajak seluruh sivitas untuk meneguhkan kedaulatan ilmu di tengah pergeseran geopolitik global. Menurutnya, dunia saat ini sedang mengalami perubahan tatanan yang fundamental, ditandai dengan munculnya kekuatan baru, pergeseran aliansi, serta meningkatnya kompetisi antarbangsa.
Dalam situasi tersebut, universitas harus menjadi benteng terakhir kejernihan berpikir. “Idulfitri mengajarkan kita kembali pada fitrah pada akal sehat dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah ilmu pengetahuan,” ujarnya pada Sabtu (21/3) di Masjid Nurul Ilmi Kampus Limau Manis.
Kedua, ia menyoroti pentingnya menjaga kejujuran di era revolusi informasi. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta derasnya arus informasi membawa tantangan besar terhadap integritas akademik. Disinformasi dan kompetisi perhatian menjadi realitas baru yang tidak bisa dihindari.
Rektor menegaskan bahwa nilai-nilai yang dilatih selama Ramadan, seperti pengendalian diri dan kejujuran, sangat relevan untuk menjawab tantangan tersebut. Ia mendorong komunitas akademik UNAND untuk menjadi penjaga kebenaran melalui penguatan literasi digital, etika riset yang kokoh, serta transformasi digital yang berlandaskan nilai-nilai keadaban.
Ketiga, Rektor mengajak UNAND untuk memimpin aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa Sumatera Barat berada di garis depan dampak krisis iklim, mulai dari banjir dan longsor hingga ancaman terhadap sektor pertanian dan keanekaragaman hayati.
“Sebagai universitas yang berakar di bumi Minangkabau, kita memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi nyata,” tegasnya. Ia mengajak penguatan riset keberlanjutan, integrasi isu lingkungan dalam kurikulum, serta mendorong UNAND menjadi pelopor kampus hijau yang berkontribusi pada ketahanan ekologi regional.
Menutup pesannya, Rektor UNAND menyampaikan ucapan, “Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” kepada seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas.

Sementara itu, dalam khutbah Idulfitri, Khatib Ahmad Sulaiman, Lc., mengingatkan pentingnya menjaga dan meningkatkan iman serta takwa pasca-Ramadan. Ia menekankan bahwa ketakwaan tidak hadir secara instan, melainkan melalui keyakinan dan konsistensi dalam menjalankan seluruh perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. “Inilah jalan keselamatan dan kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya.
Ia juga mengajak umat Islam untuk terus bersegera kembali kepada Allah, memohon ampunan-Nya, serta menjaga konsistensi amal hingga dipertemukan kembali dengan Ramadan di masa mendatang. Menurutnya, setiap langkah kehidupan hendaknya senantiasa mengikuti sunnah sebagai jalan menuju keselamatan.
Dengan semangat Idulfitri, pesan-pesan tersebut diharapkan menjadi penguat komitmen sivitas akademika UNAND untuk terus berkontribusi secara intelektual, moral, dan sosial dalam menjawab tantangan zaman.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik

