Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) menjadi tuan rumah Seminar Nasional dan Rapat Kerja Tengah Tahun Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPT-TPI) Tahun 2026 yang berlangsung di Convention Hall Kampus Limau Manis, Rabu (8/7). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70 UNAND ini mempertemukan pimpinan fakultas, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi teknologi pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Mengusung tema “Penguatan Kurikulum dan Akreditasi Teknologi Pertanian untuk Mendukung Kesiapan Lulusan di Dunia Kerja”, kegiatan diawali dengan seminar nasional yang diikuti sekitar 115 peserta, kemudian dilanjutkan dengan Rapat Kerja Tengah Tahun FKPT-TPI. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan Final Lomba Inovasi Teknologi Pertanian yang diikuti 92 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Pada hari berikutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Kecamatan Tilatang Kamang yang disinergikan dengan Program Equity LPDP.
Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D., mengatakan tema yang diangkat sangat relevan dengan dinamika pendidikan tinggi saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi, transformasi digital, kecerdasan buatan, hingga perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan transformasi kurikulum.
"Kurikulum tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, memiliki kompetensi multidisiplin, kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, serta mampu bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di masyarakat dan industri," ujar Rektor.
Rektor juga berharap seminar dan rapat kerja ini mampu melahirkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan seluruh anggota FKPT-TPI sekaligus memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan teknologi pertanian di Indonesia.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) UNAND Prof. Alfi Asben, mengatakan penyelenggaraan seminar nasional dan rapat kerja tengah tahun merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi penyelenggara pendidikan teknologi pertanian.
Ia menjelaskan, pembahasan mengenai kurikulum dan akreditasi menjadi sangat penting karena perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan dunia kerja terus mengalami perubahan.
"Melalui forum ini diharapkan lahir penguatan kurikulum yang mampu memenuhi berbagai kriteria akreditasi sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja. Berbagai isu tersebut akan dibahas secara mendalam bersama para narasumber sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi setiap perguruan tinggi," ujarnya.

Ketua FKPT-TPI, Yusuf Hendrawan, Ph.D., menyampaikan seminar nasional menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman dari para narasumber sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan pendidikan teknologi pertanian. Forum ini juga menjadi ruang untuk memfasilitasi inovasi mahasiswa serta memperkuat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, termasuk melalui program pengabdian internasional.
Menurutnya, rapat kerja FKPT-TPI tidak hanya membahas program organisasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar pimpinan fakultas agar mampu membangun kolaborasi yang lebih erat di masa mendatang.
"Yang paling penting bukan hanya penandatanganan nota kesepahaman (MoA), tetapi implementasi kerja sama melalui berbagai program nyata antarkampus," katanya.
Yusuf menjelaskan bahwa pembahasan rapat kerja juga diarahkan pada upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui berbagai bentuk kolaborasi, seperti penyelenggaraan double degree, summer course, visiting lecturer, hingga berbagai program akademik lainnya yang dapat memperkuat jejaring dan meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing institusi.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
