Jepang (UNAND) – Enam mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) mengikuti program International Students Exchange (Outbound) EQUITY di Jepang melalui kerja sama akademik dengan National Institute of Technology, Kochi College (Kochi KOSEN) dan Nishio Rent All Co., Ltd.
Program yang berlangsung pada 7–21 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya UNAND dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan pengalaman akademik mahasiswa, serta mendorong kontribusi mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan global melalui inovasi teknologi.
Keenam mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI), yaitu Imam Ali Yaasin, Mustafa Fathur Rahman, Muhammad Galid Avero, Muhammad Farhan Saputra, Muhammad Fachri Akbar, dan Rafly Athallah Ridya. Selama mengikuti program, mereka terlibat dalam kegiatan akademik, diskusi lintas budaya, kunjungan lapangan, serta pengembangan proyek berbasis permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat Prefektur Kochi.
Pada awal kegiatan di Kochi KOSEN, para peserta memperoleh pembekalan mengenai karakteristik wilayah Kochi, tantangan kebencanaan, hambatan bahasa, serta isu keberlanjutan industri lokal. Salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika mereka menerima peringatan tsunami yang disampaikan dalam bahasa Jepang. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman langsung mengenai pentingnya akses informasi kebencanaan yang inklusif bagi masyarakat internasional dan pendatang.
Melalui pendekatan Project-Based Learning (PBL), mahasiswa kemudian merancang berbagai konsep solusi digital, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk komunikasi lintas bahasa, sistem pendamping berbasis AI bagi masyarakat lanjut usia, serta konsep penerjemahan berbasis Edge-AI untuk mendukung keselamatan tenaga kerja asing di sektor industri.
Selain beraktivitas di Kochi KOSEN, mahasiswa juga mengunjungi Kochi University, khususnya Faculty of Regional Collaboration. Kunjungan tersebut memberikan wawasan mengenai peran perguruan tinggi dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat lokal yang memiliki kemiripan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Indonesia.
Puncak kegiatan berlangsung di Niyodogawa Town, daerah yang dikenal memiliki komitmen kuat terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan. Berdasarkan hasil observasi lapangan di Niyodogawa Forestry Promotion Center, mahasiswa UNAND mengembangkan dua solusi digital, yaitu sistem pencarian rute logging yang efisien untuk membantu menentukan jalur pengangkutan kayu yang optimal, serta Smart Water Dashboard berbasis Internet of Things (IoT) untuk memvisualisasikan dampak pengelolaan hutan terhadap kapasitas penyimpanan air.
Salah seorang peserta, Mustafa Fathur Rahman, mengatakan bahwa pengalaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai peran teknologi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. “Kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga melihat langsung berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat lokal. Dari pengalaman itu kami memahami bahwa teknologi informasi dapat diterapkan dalam banyak sektor, mulai dari mitigasi kebencanaan, komunikasi lintas bahasa, hingga pengelolaan hutan berkelanjutan. Program ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi global dalam menciptakan solusi yang berdampak,” ujarnya.
Program ditutup dengan kunjungan ke Nishio Rent All Co., Ltd. di Osaka untuk mempelajari teknologi LiDAR, sistem kontrol alat berat, dan inovasi industri berbasis teknologi. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4, SDG 9, SDG 13, SDG 15, dan SDG 17, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UNAND mampu berkontribusi dalam diskusi global mengenai teknologi, lingkungan, dan keberlanjutan.
Kegiatan ini didanai oleh Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta dikelola dalam kerangka EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025). (*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
