Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) menggelar kuliah umum bersama mahasiswa baru dengan menghadirkan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. Santo Darmasumarto, di Auditorium UNAND, Selasa (11/8). Kuliah umum mengangkat tema “Memperjuangkan Kepentingan Nasional Indonesia di Samudra Hindia melalui IORA”.
Dalam pemaparannya, Dr. Santo menekankan pentingnya masyarakat Sumatera Barat, khususnya generasi muda dan sivitas akademika UNAND, melihat Samudra Hindia sebagai bagian strategis dari lingkungan geopolitik dan ekonomi Indonesia.
“Sebagai orang yang tinggal di Sumatera Barat, kita seharusnya melihat ke Samudra Hindia. Samudra Hindia merupakan jalur perdagangan yang sangat krusial. Karena itu, jangan terus memunggungi Samudra Hindia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Indian Ocean Rim Association (IORA) memiliki 23 negara anggota. Indonesia merupakan salah satu negara pendiri sekaligus pemain penting dalam organisasi tersebut. Saat ini, Indonesia juga dipercaya menjadi ketua Working Group IORA di bidang blue economy.
Menurutnya, posisi Indonesia di kawasan Samudra Hindia memberikan peluang besar untuk memperjuangkan kepentingan nasional melalui berbagai kerja sama internasional. Saat ini, Indonesia juga dipercaya menjadi ketua Working Group IORA di bidang blue economy atau ekonomi biru.
“Indonesia saat ini menjadi ketua Working Group mengenai blue economy. Ini merupakan peluang yang sangat besar bagi Indonesia untuk mengembangkan kerja sama dan penelitian di bidang ekonomi biru,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Santo juga mendorong UNAND untuk semakin aktif memanfaatkan peluang kerja sama internasional melalui penelitian. Ia mengajak para akademisi UNAND untuk mengirimkan sebanyak mungkin proposal penelitian yang relevan dengan isu-isu strategis di kawasan Samudra Hindia.

Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D., menyampaikan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat diplomasi melalui pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik internasional.
“UNAND terus mendorong perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi di negara-negara IORA, baik melalui pertukaran mahasiswa, credit earning, maupun riset kolaborasi internasional. Posisi Sumatera Barat yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia merupakan modal strategis yang perlu kita manfaatkan untuk membangun jejaring akademik yang semakin kuat,” ujarnya.
Upaya internasionalisasi tersebut terus diperkuat UNAND. Tahun ini, UNAND menerima sekitar 2.000 pelamar mahasiswa internasional dari 45 negara, dengan kurang dari 50 mahasiswa yang akhirnya diterima. Minat tersebut menunjukkan UNAND mulai semakin dikenal secara internasional, termasuk di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim serta negara anggota IORA seperti Madagaskar.
Kehadiran mahasiswa internasional sekaligus menjadi bagian dari diplomasi pendidikan yang dibangun UNAND melalui hubungan antarmasyarakat dan kerja sama antarinstitusi pendidikan tinggi.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa baru diharapkan mampu melihat Samudra Hindia bukan hanya sebagai batas geografis, tetapi sebagai ruang strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, inovasi, diplomasi, serta kolaborasi global. (N)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.
