Hongkong (UNAND) - Dalam rangkaian agenda Asia Pacific Association for International Education (APAIE) 2026, Rektor Universitas Andalas Dr. Efa Yonnedi, SE turut berpartisipasi dalam President Dialogue, sebuah forum eksklusif yang mempertemukan para rektor dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Forum ini menjadi ruang strategis bagi para pemimpin perguruan tinggi untuk mendiskusikan arah kebijakan pendidikan tinggi global, termasuk strategi internasionalisasi, penguatan kolaborasi lintas negara, serta respons institusi terhadap berbagai tantangan global seperti transformasi digital, perubahan iklim, mobilitas akademik, dan ketahanan sistem pendidikan tinggi yang berlangsung pada 23-27 Februari di Hongkong.

Keikutsertaan Universitas Andalas dalam forum kepemimpinan ini mencerminkan komitmen institusi dalam memperkuat kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan global. Melalui dialog tersebut, universitas tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga terlibat aktif dalam percakapan strategis mengenai peran pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, menyampaikan bahwa partisipasi dalam President Dialogue merupakan kesempatan penting untuk memastikan Universitas Andalas hadir dalam diskursus strategis pendidikan tinggi di tingkat internasional.

Menurutnya, perguruan tinggi di Indonesia perlu aktif mengambil peran dalam forum global agar mampu membangun kolaborasi yang relevan dan berdampak luas.

“Internasionalisasi tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kualitas akademik, memperluas kolaborasi riset, serta memberikan kontribusi nyata terhadap solusi berbagai tantangan global,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua EQUITY Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, menilai partisipasi dalam forum kepemimpinan internasional seperti President Dialogue turut memperkuat implementasi program EQUITY dalam meningkatkan kualitas dan daya saing global universitas.

Ia menyampaikan bahwa jejaring yang terbangun melalui forum tersebut berpotensi mendorong kolaborasi riset internasional, peningkatan publikasi ilmiah, serta pengembangan program mobilitas akademik yang sejalan dengan pencapaian SDGs.

Melalui keterlibatan dalam President Dialogue APAIE 2026, Universitas Andalas semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kemitraan global, memperluas pengaruh akademik, serta berkontribusi dalam penguatan sistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan di tingkat regional maupun internasional.

Kegiatan ini didukung oleh Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan dikelola melalui Program EQUITY (Contract No.4304/B3/DT.03.08/2025).(*)

Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik