Padang (UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) menerima kunjungan dari PTPN IV dan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperkuat kolaborasi riset dan pengembangan hilirisasi produk perkebunan. Kegiatan ini diawali dengan sesi diskusi di Ruang Direktorat Kerja Sama dan Hilirisasi Riset, dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Pilot Plant Sentra Hilirisasi UNAND pada Kamis (30/10).

Dalam sesi diskusi, kedua pihak membahas peluang kerja sama strategis antara universitas dan sektor industri, khususnya dalam bidang penelitian terapan, pengolahan hasil perkebunan, dan pengembangan teknologi pascapanen. PTPN IV dan Dinas Perkebunan Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif hilirisasi yang telah dijalankan UNAND, sekaligus menyatakan kesiapan untuk memperkuat sinergi dalam pemanfaatan hasil riset yang relevan dengan kebutuhan industri perkebunan.

Usai diskusi, rombongan berkunjung ke Pilot Plant Sentra Hilirisasi UNAND, meninjau langsung fasilitas produksi dan laboratorium inovasi yang menjadi pusat kegiatan riset dan komersialisasi produk berbasis hasil penelitian sivitas akademika.

Dalam kesempatan itu, para tamu mendapatkan penjelasan mengenai proses pengembangan produk inovatif, mulai dari tahap formulasi, uji mutu, hingga strategi hilirisasi yang diarahkan pada peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan.

Wakil Rektor IV UNAND Prof. Henmaidi menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor industri. “UNAND berkomitmen mendukung pengembangan inovasi di bidang perkebunan melalui riset terapan yang menjawab tantangan efisiensi dan keberlanjutan industri,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset UNAND Dr. Eng Muhammad Makky menyampaikan bahwa kerja sama dengan PTPN IV dan Dinas Perkebunan Sumatera Barat diharapkan dapat melahirkan proyek kolaboratif yang konkret. “Integrasi antara hasil riset universitas dan kebutuhan industri akan mempercepat terciptanya produk-produk inovatif yang memiliki nilai komersial tinggi dan manfaat luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan produktif ini menjadi langkah awal menuju kemitraan berkelanjutan dalam bidang penelitian, pelatihan teknis, serta pengembangan model hilirisasi yang mendukung kemajuan industri perkebunan nasional.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik