Padang (UNAND) – Minat mahasiswa internasional untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Andalas (UNAND) mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2026. Sebanyak 1.590 calon mahasiswa asing tercatat mendaftar untuk mengikuti proses seleksi penerimaan mahasiswa internasional.

Para pendaftar berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya. Pakistan menjadi negara dengan jumlah pendaftar terbanyak yakni 568 orang, disusul Nigeria sebanyak 255 orang, Afghanistan 236 orang, dan Yaman 126 orang. Selain itu, terdapat pula pendaftar dari Sudan, Bangladesh, Timor Leste, Gambia, Madagaskar, Rwanda, Ethiopia, Malawi, Mesir, India, Thailand, Tanzania, Sudan Selatan, Ghana, hingga Sierra Leone.

Tidak hanya untuk jenjang sarjana, para mahasiswa internasional tersebut juga mendaftar pada program magister dan doktoral di berbagai fakultas dan program studi di UNAND.

Kepala Kantor Layanan Internasional Dr. Rina Marnita, mengatakan bahwa meningkatnya jumlah pendaftar jika dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.239 menunjukkan semakin besarnya kepercayaan mahasiswa asing terhadap kualitas pendidikan di UNAND.

“Peningkatan ini menjadi sinyal positif bahwa Universitas Andalas semakin dikenal di tingkat internasional. Para pendaftar tidak hanya datang untuk program sarjana, tetapi juga magister dan doktoral. Ini menunjukkan bahwa kualitas akademik UNAND mulai mendapat perhatian lebih luas dari berbagai negara,” ujarnya pada Jumat (8/5).

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dari total 1.590 pendaftar, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan saat ini tengah mengikuti tahapan wawancara.

Menurut Rina, keberagaman negara asal mahasiswa juga akan memberikan dampak positif terhadap penguatan atmosfer akademik yang multikultural di lingkungan kampus. “Mahasiswa internasional membawa perspektif, budaya, dan pengalaman yang berbeda. Kehadiran mereka akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring global Universitas Andalas,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph. D menyebut peningkatan minat mahasiswa asing merupakan bagian dari capaian internasionalisasi kampus yang terus diperkuat dalam beberapa tahun terakhir.

“Universitas Andalas terus berupaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing global,” ujarnya. Dikatakannya, tingginya minat mahasiswa internasional menjadi salah satu indikator bahwa UNAND semakin diperhitungkan sebagai destinasi pendidikan tinggi di kawasan regional maupun internasional.

Ia menambahkan, internasionalisasi tidak hanya berkaitan dengan jumlah mahasiswa asing, tetapi juga mencakup penguatan kerja sama akademik, riset, pertukaran budaya, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa internasional yang datang ke UNAND mendapatkan pengalaman akademik dan budaya yang baik selama menempuh pendidikan di Sumatera Barat,” tuturnya.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik