Solok (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) menyosialisasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) dengan mengunjungi langsung sekolah-sekolah di Sumatera Barat. Kali ini, tim UNAND menyambangi SMAN 1 Gunung Talang pada Senin (30/1), setelah sebelumnya melakukan kunjungan serupa ke Kerinci dan Sungai Penuh.
Direktur Pendidikan dan Pembelajaran UNAND, Dr. Mahdhivan Syafwan, menuturkan bahwa kehadiran UNAND secara langsung di sekolah bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada calon mahasiswa.
“Setidaknya ada dua alasan utama kami hadir lebih dini. Pertama, memberikan informasi utuh terkait sistem penerimaan mahasiswa baru. Kedua, membuka wawasan bahwa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi memiliki banyak jalur, tidak hanya di UNAND, tetapi juga di berbagai kampus lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak calon mahasiswa yang masih belum memiliki strategi matang dalam memilih program studi. Umumnya, siswa cenderung memilih program studi favorit seperti kedokteran, farmasi, atau hukum tanpa mempertimbangkan peluang dan kapasitas diri.
“Padahal, ada banyak program studi lain yang peluangnya lebih besar karena peminatnya tidak terlalu banyak. Jika siswa mampu mengukur kemampuan dan peluang, tentu peluang untuk lolos akan semakin besar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahdhivan juga mengingatkan pentingnya memahami skema seleksi masuk perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa siswa yang dinyatakan lulus melalui jalur SNBP tidak dapat mengikuti SNBT maupun Mandiri di PTN manapun. Sementara itu, peserta yang lulus SNBT tidak dapat mengikuti seleksi mandiri jika sudah melakukan pendaftaran ulang.

“Dalam SNBT, siswa bisa memilih hingga empat program studi. Namun, mereka juga harus memahami skema-skema dalam pemilihan prodi tersebut, dan yang terpenting mempersiapkan diri dengan baik,” tambahnya.
UNAND juga menyediakan jalur seleksi mandiri melalui SIMA UNAND yang terdiri dari beberapa skema, di antaranya SIMA Akademik, SIMA Prestasi, SIMA Kerja Sama, SIMA Disabilitas, SIMA Mahasiswa Internasional, serta SIMA Kelas Internasional. Khusus untuk jalur prestasi, baik lomba maupun non-lomba, mahasiswa tidak dikenakan biaya Pengembangan Institusi.
Sementara itu, Dr. Eng. Dendi Adi Saputra turut menjelaskan berbagai peluang beasiswa di UNAND. Ia menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan.
“Tidak ada alasan untuk berhenti kuliah karena alasan biaya. Di UNAND, satu dari empat mahasiswa mendapatkan beasiswa. Selain itu, ada juga Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang membantu mahasiswa yang mengalami kendala finansial selama menjalani pendidikan,” ungkapnya.
Kepala SMAN 1 Gunung Talang, Martin, menyambut baik kunjungan UNAND tersebut. Ia menilai kegiatan yang diselenggarakan oleh Assalam ini sangat bermanfaat dalam membantu siswa mendapatkan informasi yang akurat dan strategis terkait pendidikan tinggi.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran UNAND. Ini menjadi motivasi bagi siswa kami untuk lebih serius merencanakan masa depan dan memahami strategi memilih program studi sesuai dengan potensi masing-masing,” ujar Martin yang juga pembina Assalam Solok.
Ia berharap, melalui kegiatan ini semakin banyak lulusan SMAN 1 Gunung Talang yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya di UNAND.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik

