Padang (UNAND) - Sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir tahun lalu, Universitas Andalas (UNAND) hadir membantu masyarakat Kelurahan Lambung Bukit dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan sarana pendukung distribusi air bersih melalui pemasangan besi penyangga untuk tandon air berkapasitas 2.000 liter yang dilaksanakan secara swadaya oleh warga pada Selasa (7/7).

Tandon air tersebut nantinya akan berfungsi sebagai penampung air sebelum disalurkan melalui jaringan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang telah tersedia. Melalui sistem tersebut, pasokan air bersih diharapkan dapat menjangkau sejumlah rumah warga yang terdampak berkurangnya ketersediaan air akibat bencana hidrometeorologi.

Selain itu, apabila kualitas air yang dihasilkan masih memerlukan peningkatan, akan dilakukan penambahan sistem penyaringan (filter) guna memastikan air yang didistribusikan lebih bersih dan layak digunakan oleh masyarakat.

Sekretaris Universitas Andalas, Dr. Aidinil Zetra, yang hadir meninjau kegiatan tersebut didampingi Kepala Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik, Dr. Hary Efendi, mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dalam mendukung pembangunan sarana air bersih tersebut.

“Penyediaan akses air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kami mengapresiasi partisipasi aktif warga yang secara swadaya terlibat dalam pembangunan sarana ini,” ujar Dr. Aidinil Zetra.

Ia berharap keberadaan tandon dan jaringan distribusi air yang terintegrasi dengan saluran Pamsimas dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat Lambung Bukit.

Sementara itu, salah seorang warga Lambung Bukit, Novrizal menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dukungan yang diberikan dalam penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Sejak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun lalu, ketersediaan air bersih menjadi salah satu persoalan yang cukup dirasakan warga. Dengan adanya tandon air ini, kami berharap kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik,” ungkapnya.

Nov menambahkan bahwa pemasangan besi penyangga tandon dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut.

“Pekerjaan ini kami lakukan bersama-sama karena manfaatnya akan dirasakan oleh banyak warga. Semoga fasilitas ini dapat segera beroperasi dan pasokan air bersih dapat kembali mengalir ke rumah-rumah warga yang membutuhkan,” tambahnya.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik