PADANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) resmi menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference On The Social Dimensions of Sustainable Development in Southeast Asia (ICSSD-SEA). Acara bergengsi yang berlangsung selama dua hari ini berpusat di Convention Hall UNAND, Padang, mulai Selasa (14/7).
Acara berskala internasional ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UNAND, Prof. Henmadi. Mengangkat tema "Advancing Social Dimensions of the SDGs in Southeast Asia: Inequality, Governance, and Community Resilience", konferensi ini merupakan bagian dari implementasi Program EQUITY UNAND yang didukung penuh oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Pertemuan ilmiah ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari komunitas akademik global, dengan menghadirkan lebih dari 110 presenter yang berasal dari 7 negara dan merepresentasikan 72 universitas. Selain menjadi wadah diseminasi hasil riset, ICSSD-SEA dirancang sebagai ruang strategis untuk bertukar ide kreatif dan membangun kolaborasi akademik lintas negara.
Melalui konferensi ini, para ahli menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan (sustainability) tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi atau kemajuan teknologi semata. Esensi fundamental dari keberlanjutan justru terletak pada aspek manusia, kesetaraan (equity), keadilan sosial (social justice), keanekaragaman budaya (cultural diversity), serta pembangunan yang inklusif. Output dari konferensi ini diharapkan mampu memperdalam pemahaman terhadap dimensi sosial serta menelurkan rekomendasi konkret demi terciptanya masyarakat yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.
Dekan FISIP UNAND, Dr. Jendrius, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya luaran dari agenda ini. “Konferensi ini tidak hanya sekadar membahas hasil riset di atas kertas, tetapi yang terpenting adalah membangun jaringan kolaborasi kuat yang mampu melahirkan ide-ide baru bagi masa depan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Padang, Fadly Amran, BBA., menyambut hangat seluruh delegasi internasional dan berharap dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh daerah.
"Kota Padang bukan sekadar pusat inovasi kebijakan, melainkan kota yang memiliki kehangatan luar biasa, keindahan alam, dan warisan budaya yang kaya. Saya sangat berharap konferensi ini dapat menghasilkan ide-ide menarik dan segar yang berkontribusi langsung pada perkembangan elemen-elemen SDGs di Kota Padang," tutur Fadly Amran.
Untuk mengupas tuntas dimensi sosial SDGs tersebut, ICSSD-SEA menghadirkan lima keynote speaker (pembicara utama) terkemuka di bidangnya, yaitu:
1. Dr. Sofia Trisni, S.IP, MA (IntRel) – Universitas Andalas (Indonesia)
2. Asst. Prof. Chantha Thanawattanawang – Ubon Ratchathani University (Thailand)
3. Profesor Vedi Hadiz – University of Melbourne (Australia)
4. Associate Profesor Dr. Mohammad Reevany – Universiti Sains Malaysia (Malaysia)
5. Dr. Lamngeune Souliyavong – National University of Laos (Laos) (N)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.
