Padang (UNAND) – Komitmen Universitas Andalas (UNAND) dalam memperluas jejaring riset internasional kembali diwujudkan melalui Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY). Program ini mendorong kolaborasi penelitian antara dosen UNAND dengan mitra luar negeri, khususnya dari negara berpendapatan rendah dan menengah bawah (Low Income and Lower Middle Income Countries) berdasarkan klasifikasi Bank Dunia 2026.

Salah satu penerima pendanaan Program EQUITY adalah Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAND Prof. Dr. Helmizar, S.K.M., M.Biomed., yang menjalin kolaborasi penelitian dengan Dr. Pierangeli G. Vital dari University of the Philippines Diliman. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan pangan fungsional berbasis dadih, salah satu pangan fermentasi tradisional khas Sumatra Barat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan ilmiah dan teknologi modern.

Menurut Prof. Helmizar, kolaborasi internasional tidak hanya memperkuat kualitas penelitian, tetapi juga membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan inovasi yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.

"Kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi pangan lokal Indonesia melalui pendekatan ilmiah yang lebih komprehensif sekaligus memperluas jejaring riset internasional Universitas Andalas," ujarnya pada Selasa (14/7).

Dalam penelitian tersebut, tim mengembangkan berbagai inovasi berbasis dadih, mulai dari kajian kandungan probiotik hingga pengolahan menggunakan teknologi spray dryer sehingga menghasilkan tepung dadih yang memiliki masa simpan lebih panjang tanpa menghilangkan karakteristik utama sebagai pangan fermentasi.

Produk tersebut kemudian menjadi bahan baku dalam pengembangan berbagai pangan fungsional, seperti roti bergizi, makanan pendamping ASI (MP-ASI), serta formulasi pangan berbahan baku lokal yang memanfaatkan sorgum, ubi jalar merah, jagung, kacang merah, dan kedelai. Pendekatan ini tidak hanya mengoptimalkan potensi dadih, tetapi juga memperkuat pemanfaatan sumber daya pangan lokal Indonesia melalui inovasi berbasis riset.

Sebagai bagian dari hilirisasi hasil penelitian, UNAND juga mengembangkan mini plant atau teaching factory pangan fungsional. Fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran sekaligus pusat pengembangan produk hasil riset sehingga inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat berlanjut menuju proses produksi dan pemanfaatan oleh masyarakat maupun industri.

Melalui Program EQUITY, UNAND terus memperkuat budaya kolaborasi penelitian lintas negara sebagai bagian dari strategi peningkatan reputasi akademik internasional. Kemitraan dengan University of the Philippines Diliman diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, tetapi juga mempercepat lahirnya inovasi berbasis kearifan lokal yang memiliki daya saing global.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.

This research is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik