Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan inovasi pangan berbasis sumber daya hayati melalui kolaborasi riset internasional. Tim peneliti Fakultas Teknologi Pertanian UNAND yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Fauzan Azima, M.S. bersama Prof. Dr. dr. Yusrawati, Sp.O.G., M.M. dan Prof. Nguyen Huy Bich, Ph.D. dari Nong Lam University, Vietnam, mengembangkan pasta fungsional berbahan baku komoditas lokal yang berpotensi mendukung kesehatan masyarakat.

Penelitian ini merupakan bagian dari International Research Network yang bertujuan memperkuat kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal. Tim penelitian turut melibatkan asisten riset Muhammad Iqbal, S.TP., M.TP. serta mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Yanna Vanessya Yuda.

Ketua tim peneliti, Prof. Fauzan Azima, mengatakan pengembangan pangan fungsional menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi kesehatan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang bernilai ilmiah, bernilai ekonomi, dan memberikan manfaat kesehatan. Melalui kolaborasi internasional ini, kami juga berharap dapat memperluas jejaring penelitian serta mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi,” ujarnya pada Selasa (14/7).

Pasta fungsional tersebut dikembangkan menggunakan tepung labu kuning, tepung kedelai, dan puree kolang-kaling yang diperkaya dengan ekstrak cassiavera dan bawang Dayak. Menurut Prof. Fauzan, setiap bahan dipilih berdasarkan kandungan senyawa bioaktifnya. Labu kuning kaya beta-karoten dan serat pangan, tepung kedelai merupakan sumber protein nabati dan isoflavon, sedangkan kolang-kaling mengandung galaktomanan yang berpotensi mendukung kesehatan metabolik.

Salah satu keunggulan penelitian ini adalah pemanfaatan cassiavera sebagai komoditas unggulan Sumatera Barat. Indonesia memasok lebih dari 85 persen kebutuhan cassiavera dunia, sementara sekitar 80 persen ekspor nasional berasal dari Sumatra Barat.

“Selama ini cassiavera lebih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah. Melalui penelitian ini, kami berupaya meningkatkan nilai tambahnya menjadi produk pangan fungsional yang memiliki potensi mendukung kesehatan, khususnya kesehatan kardiovaskular,” jelas Prof. Fauzan.

Ia menambahkan bahwa cassiavera dikombinasikan dengan bawang Dayak karena keduanya mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, dan senyawa fenolik yang berpotensi membantu menjaga tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Sebagai bagian dari tahapan penelitian, tim juga telah melakukan pengujian in vivo (pra-klinis) menggunakan hewan coba untuk mengevaluasi potensi produk terhadap hipertensi.

Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama riset antara Universitas Andalas dan Nong Lam University sekaligus meningkatkan kontribusi UNAND dalam pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya hayati. Inovasi tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-being).

This research is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik