Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat jejaring penelitian internasional sebagai upaya menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui penelitian kolaboratif mengenai efektivitas suplementasi zat besi dan asam folat selama kehamilan yang melibatkan peneliti dari Indonesia dan Vietnam.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari Program International Research Network–Equity World Class University (WCU) yang mendukung kolaborasi peneliti UNAND dengan perguruan tinggi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas kontribusi akademik dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan global.

Riset berjudul Effect of Prenatal Iron–Folic Acid Supplementation on Maternal and Neonatal Clinical Outcomes dipimpin oleh dosen Fakultas Farmasi UNAND apt. Najmiatul Fitria, M.Farm., Ph.D., bersama Assoc. Prof. Thang Nguyen, Ph.D. dari Can Tho University, Vietnam, serta tim peneliti yang terdiri atas apt. Elsa Badriyya, M.Si., apt. Rahmi Yosmar, M.Farm., dan apt. Nadiatul Aulia Zahara Rizki, S.Farm.

Penelitian ini mengkaji pengaruh suplementasi zat besi dan asam folat (iron–folic acid supplementation/IFA) terhadap luaran klinis ibu dan bayi. Kolaborasi internasional dimanfaatkan untuk memperkuat metodologi penelitian serta analisis data sehingga hasil yang diperoleh memiliki dasar ilmiah yang lebih komprehensif.

Menurut Najmiatul Fitria, penelitian ini dilatarbelakangi masih tingginya kasus anemia akibat defisiensi zat besi pada ibu hamil yang berisiko meningkatkan kejadian persalinan prematur, bayi dengan berat lahir rendah, hingga komplikasi maternal. Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan suplementasi zat besi dan asam folat sebagai bagian dari pelayanan antenatal, berbagai penelitian masih menunjukkan hasil yang beragam mengenai efektivitas intervensi tersebut.

"Kami ingin mengetahui apakah suplementasi zat besi dan asam folat benar-benar memberikan manfaat terhadap luaran ibu dan bayi dalam praktik pelayanan kesehatan sehari-hari. Jika ada faktor lain yang justru lebih berpengaruh, hal tersebut juga perlu diketahui agar intervensi yang diberikan menjadi lebih tepat sasaran," ujarnya pada Rabu (15/7).

Penelitian memanfaatkan data pelayanan kesehatan ibu hamil di Puskesmas Lubuk Buaya, Kota Padang. Berbagai indikator dianalisis, meliputi tekanan darah ibu, usia kehamilan saat persalinan, berat badan lahir, lingkar kepala bayi, skor Apgar, hingga karakteristik sosial-demografi dan status gizi ibu. Analisis statistik multivariat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap luaran maternal dan neonatal.

Hasil sementara menunjukkan bahwa suplementasi IFA berkaitan dengan peningkatan parameter antropometri serta penurunan tekanan darah ibu selama kehamilan. Namun, status gizi ibu dan kondisi hemodinamik pada awal kehamilan diketahui memiliki hubungan yang lebih kuat terhadap perubahan Mean Arterial Pressure (MAP) dibandingkan jumlah tablet IFA yang dikonsumsi. Temuan ini menunjukkan pentingnya kondisi kesehatan ibu sebelum dan pada awal kehamilan dalam menentukan keberhasilan intervensi gizi.

Najmiatul menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari peta jalan riset yang telah dikembangkannya selama beberapa tahun terakhir mengenai suplementasi pada masa kehamilan. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan ibu berbasis bukti, khususnya untuk memperkuat program suplementasi di layanan kesehatan primer. Luaran penelitian juga ditargetkan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi, yakni Pharmacy Practice (Scopus Q1) dan Journal of Obstetrics, Gynecology, and Outcome Research (Scopus Q3).

This research is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology, and managed under the EQUITY Program (Contract No. B/63/UN/16.29.1/HK.10.00/2026)