PADANG – Kebersamaan dan semangat gotong royong kembali membuahkan hasil nyata bagi masyarakat Kota Padang. Pada hari ini, Rabu (15/7), telah diresmikan sekaligus dilakukan penyerahan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) yang berlokasi di Rimbo Panjang dan Gerbang Langit, Kelurahan Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Program kemanusiaan yang diinisiasi oleh tim kolaboratif Universitas Andalas (UNAND) bersama berbagai mitra ini menjadi bukti nyata kekuatan kepedulian sosial dari berbagai kalangan donatur dalam membantu warga yang membutuhkan tempat bernaung yang aman dan layak.
Sampai saat ini sebanyak 38 unit Hunsela telah dibangun, dilakukan secara bertahap sebagai bentuk komitmen berkelanjutan demi memastikan ketepatan sasaran. Seluruh unit Hunsela dipastikan berdiri di atas lahan yang bebas dari sengketa, sehingga menjamin keamanan dan ketenangan para penerima manfaat.
Berikut adalah rincian tahapan pembangunan Hunsela hingga saat ini:
Tahap 1 (11 Unit): Dibangun di Kampung Talang. Menariknya, para penerima manfaat Hunsela Tahap 1 saat ini juga sudah berhasil bertransisi dan menempati Hunian Tetap (Huntap) yang dibangun melalui bantuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Hal ini membuktikan fungsi penting Hunsela sebagai hunian transisi yang memberikan tempat tinggal aman sebelum warga mendapatkan hunian permanen.
Tahap 2 (2 Unit): Dibangun di Kubang, Limau Manis, melalui dukungan penuh dari Pusat Studi Bencana UNAND.
Tahap 3 (7 Unit): Berhasil didirikan atas kolaborasi IKA Farmasi UNAND dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), yang peresmiannya dihadiri langsung oleh Wakil Rektor II UNAND.
Tahap 4 dan 5 (18 Unit): Rampung dibangun di Kecamatan Pauh berkat sokongan dari berbagai donatur mulia, di antaranya DPP IKA UNAND, Universitas Baiturrahmah, Grup Beringin, Grup Taman Sari, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNAND melalui program Pengabdian Masyarakat, Hj. Maizarnis, Yuswarti Sainir, serta Arisan Hanifa.
Dr. Aidinil Zetra Sekretaris Universitas juga menegaskan kembali komitmen UNAND untuk selalu berdiri bersama masyarakat dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.
"Terbangunnya seluruh unit Hunsela ini menjadi bukti kuat bahwa gotong royong adalah kekuatan utama yang dimiliki bangsa ini untuk saling membantu di masa-masa sulit," ujarnya.
Hadirnya Hunsela tidak sekadar memberikan perlindungan fisik dari panas dan hujan, melainkan juga mengembalikan asa yang sempat pudar. Tokoh masyarakat Rimbo Panjang, Iswanto, menyampaikan rasa haru dan apresiasi yang mendalam mewakili seluruh warga penerima manfaat.
"Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh donatur yang sudah peduli dan membantu menghapus air mata kami melalui hunian yang layak ini," ujar Iswanto dengan penuh emosional.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Padang, Fadly Amran, BBA, dalam sambutannya menekankan bahwa bantuan kemanusiaan ini memiliki dampak yang jauh lebih besar dari sekadar urusan infrastruktur fisik.
"Bantuan ini tidak hanya terbatas pada hunian fisik, melainkan juga membantu membangun kembali tatanan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang sempat hilang," tutur Wali Kota Padang.
Meskipun hunian transisi telah berhasil disediakan, Wali Kota Padang menyampaikan bahwa masih banyak hal yang berada dalam proses pembenahan di wilayah tersebut. Salah satu hal krusial yang mendesak untuk diperhatikan adalah akses infrastruktur jalan. Fadly Amran menyebutkan bahwa akses jalan depan menuju SD Negeri 01 Lambuang Bukik saat ini kondisinya semakin parah dan memerlukan penanganan segera demi kenyamanan serta keselamatan mobilitas anak-anak sekolah dan warga sekitar.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Padang juga menggarisbawahi pentingnya aspek akuntabilitas dan transparansi dalam seluruh proses pembangunan sosial ini. Menurutnya, segala sesuatu sengaja dilakukan secara bertahap agar prosesnya berjalan rapi, transparan, serta memastikan tidak ada kekeliruan atau kesalahan yang terjadi di lapangan. (N)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.
