Bali (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) kembali menegaskan kiprahnya di kancah internasional melalui partisipasi Guru Besar Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian (Faperta), Prof. Dr. Ir. Novri Nelly, M.P., sebagai presenter pada The 7th International Conference on Environmental Engineering (ICOEE) 2026 yang berlangsung di Bali pada 30–31 Juli 2026.

Konferensi internasional tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas inovasi teknologi dan solusi ilmiah dalam menjawab tantangan lingkungan global melalui tema Engineering Solutions for Environmental Resilience in a Changing World.

Prof. Novri mempresentasikan hasil penelitian berjudul Managing Insecticide Resistance in Fall Armyworm (Spodoptera frugiperda) to Reduce Environmental Pollution and Enhance Sustainable Maize Production. Penelitian tersebut mengangkat isu meningkatnya resistensi ulat grayak jagung (Fall Armyworm/FAW) terhadap insektisida, yang kini menjadi tantangan serius dalam mewujudkan sistem produksi jagung yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Prof. Novri menjelaskan resistensi insektisida tidak lagi sekadar menjadi persoalan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Fenomena tersebut telah berkembang menjadi isu lingkungan karena mendorong peningkatan frekuensi penggunaan insektisida di lapangan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pencemaran lingkungan, mengganggu keseimbangan agroekosistem, serta menurunkan efektivitas pengendalian hama dalam jangka panjang.

Penelitian yang dipresentasikan merupakan hasil kajian terhadap populasi Spodoptera frugiperda yang dikoleksi dari tiga sentra produksi jagung di Provinsi Sumatera Barat. Selain mengukur tingkat resistensi melalui metode laboratory bioassay, tim peneliti juga melakukan survei mengenai pola penggunaan insektisida oleh petani.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa emamektin benzoat, klorfenapir, dan spinetoram merupakan bahan aktif yang paling banyak digunakan untuk mengendalikan FAW di lapangan. Penggunaan berulang terhadap bahan aktif yang sama berpotensi meningkatkan tekanan seleksi sehingga mempercepat terbentuknya resistensi pada populasi hama.

Sebagai solusi, Prof. Novri menawarkan pendekatan Insecticide Resistance Management (IRM) yang mengintegrasikan pemantauan resistensi secara berkala, rotasi insektisida berdasarkan mode of action, pemanfaatan musuh alami, pengendalian hayati, serta penerapan Integrated Pest Management (IPM). Pendekatan tersebut dinilai mampu mempertahankan efektivitas pengendalian FAW sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap insektisida kimia sehingga risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan.

"Pengelolaan resistensi insektisida harus menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya menjaga produktivitas jagung, tetapi juga melindungi kualitas lingkungan dan keberlanjutan agroekosistem," ujar Prof. Novri.

Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas jagung secara berkelanjutan, SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan mengurangi risiko paparan pestisida, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pengurangan potensi pencemaran sumber daya air, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penggunaan insektisida yang lebih bijaksana, SDG 13 (Climate Action) dengan memperkuat ketahanan sistem pertanian terhadap perubahan lingkungan, serta SDG 15 (Life on Land) melalui perlindungan keanekaragaman hayati dan konservasi musuh alami.

Partisipasi Prof. Novri dalam ICOEE 2026 menjadi wujud komitmen Universitas Andalas dalam memperkuat reputasi akademik di tingkat internasional melalui riset yang relevan dengan tantangan global. Keikutsertaan tersebut sekaligus memperluas jejaring kolaborasi penelitian dengan berbagai institusi dunia serta menegaskan peran Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan.

(This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik