Malaysia (UNAND) – Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat internasionalisasi pendidikan dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman akademik dan klinis di tingkat global. Empat mahasiswa Sarjana Keperawatan mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Internasional (Outbound) di Fakultas Keperawatan Universiti Malaya (UM), Malaysia, pada 20–24 Juli 2026.

Keempat mahasiswa tersebut yakni Rabia Ibrahim Suleiman, Shoaib Sultan, Siti Aulia Nur Janah, dan Lucyana Juli Fernanded. Program yang didukung pendanaan EQUITY UNAND ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi profesional, wawasan lintas budaya, serta jejaring internasional mahasiswa.

Delegasi UNAND turut didampingi Dekan Fakultas Keperawatan Dr. Ns. Deswita, M.Kep., Sp.Kep.An.; Wakil Dekan Dr. Atih Rahayu Ningsih; serta dosen sekaligus anggota Kantor Urusan Internasional Fakultas Keperawatan, Devia Putri Lenggogeni, M.Kep., dan Okky Adelirandy, M.Sc.

Selama berada di Universiti Malaya, mahasiswa mengikuti sejumlah kegiatan akademik dan profesional, mulai dari pengenalan institusi, pemaparan program Sarjana dan Magister Ilmu Keperawatan, diskusi akademik, kunjungan fasilitas pendidikan, hingga observasi Laboratorium Keterampilan.

Mahasiswa juga memperoleh kesempatan mengenal sistem pelayanan kesehatan di University Malaya Medical Centre (UMMC), termasuk berbagai inovasi layanan kesehatan seperti Virtual Ward, Command Centre, dan Telehealth. Observasi klinis turut memberikan pemahaman mengenai praktik keperawatan, keselamatan pasien, komunikasi profesional, kerja sama tim, serta penyelenggaraan layanan kesehatan di Malaysia.

Dekan Fakultas Keperawatan UNAND, Dr. Ns. Deswita, menilai mobilitas internasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon tenaga keperawatan menghadapi lingkungan kesehatan global.

“Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pendidikan keperawatan dan praktik layanan kesehatan dalam lingkungan akademik yang berbeda. Pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan, memperkuat kompetensi profesional, serta mengembangkan kemampuan adaptasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Dekan Dr. Atih Rahayu Ningsih. Menurutnya, paparan terhadap sistem pendidikan dan layanan kesehatan di negara lain dapat memperkuat kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan kompetensi lintas budaya mahasiswa.

Salah seorang peserta, Shoaib Sultan, mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya diperoleh melalui kegiatan di ruang kelas.

“Melalui diskusi akademik, pengalaman klinis, interaksi dengan mahasiswa dan dosen, serta pertukaran budaya, kami memperoleh perspektif baru yang dapat dibawa dalam perjalanan akademik dan profesional ke depan,” katanya.

Selain memperkaya pengalaman mahasiswa, program ini turut mempererat hubungan antara Fakultas Keperawatan UNAND dan Universiti Malaya. Interaksi yang terbangun membuka peluang pengembangan kerja sama berkelanjutan melalui pertukaran mahasiswa, kegiatan akademik, hingga kolaborasi penelitian.

Program ini menjadi salah satu langkah Fakultas Keperawatan UNAND dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten secara akademik, profesional, adaptif, serta mampu berkontribusi dalam menghadapi tantangan layanan kesehatan global.

This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No.4304/B3/DT.03.08/2025).(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik