China (UNAND) — Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Ir. Insannul Kamil, Ph. D mengunjungi Sun Yat-sen University (SYSU), China, Kamis (24/9). Kunjungan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan riset dan teknologi di bidang engineering, khususnya yang berkaitan dengan konstruksi dan infrastruktur.

Insannul Kamil merupakan dosen Fakultas Teknik UNAND. Dalam kunjungan tersebut, ia berdiskusi dengan profesor dan akademisi SYSU serta meninjau fasilitas, peralatan, dan aktivitas riset di sejumlah laboratorium.

Sejumlah teknologi yang dikembangkan SYSU turut menjadi perhatian, termasuk pemanfaatan inovasi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Salah satunya adalah Automatic Road Analyzer, yang diperkenalkan bersama sejumlah aplikasi teknologi lainnya di bidang engineering.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan riset di China dan Indonesia serta peluang pemanfaatan teknologi maju untuk mendukung sektor konstruksi, infrastruktur, dan pembangunan kota pintar atau smart city.

Menurut Insannul Kamil, pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi perlu terus diperkuat agar dapat berkembang menjadi kolaborasi riset yang menghasilkan inovasi sesuai kebutuhan di lapangan.

“Diskusi yang dilakukan berkembang menjadi ruang saling berbagi pengalaman riset di China dan Indonesia. Sekaligus membuka kesempatan terhadap pemanfaatan teknologi maju untuk mendukung pengembangan konstruksi dan infrastruktur di masa depan,” ujar Insannul Kamil.

Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi dapat diarahkan pada pengembangan standar baru di bidang engineering, khususnya konstruksi dan infrastruktur. Upaya tersebut dapat melibatkan perguruan tinggi, badan sertifikasi, KADIN Indonesia, pusat pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, asosiasi profesi, serta badan usaha.

Insannul Kamil, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kerja Sama Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri serta Ketua Badan Keahlian Mesin Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII), menilai sinergi lintas lembaga diperlukan untuk mempercepat penguasaan teknologi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Ajakan untuk membuka ruang kolaborasi riset antara perguruan tinggi di Indonesia dan China mendapat sambutan baik dari pihak SYSU. Pertemuan tersebut membuka peluang pembahasan lebih lanjut dalam bidang riset, pengembangan teknologi, dan standardisasi engineering.(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik