Hujan tidak pernah memilih siapa yang akan ditimpa. Tetapi ketika hujan berubah menjadi banjir dan longsor, dampaknya tidak pernah benar-benar sama bagi semua orang. Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025 memperlihatkan kenyataan itu. Pada 17 Januari 2026, BNPB mencatat 1.199 orang meninggal dunia di tiga provinsi tersebut, dengan 144 orang masih dinyatakan hilang dan lebih dari 154 ribu orang berada di pengungsian. Tiga hari kemudian, jumlah korban meninggal tercatat mencapai 1.200 orang.
Pada akhir November 2025, terjadi hujan deras yang mengguyur beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat selama berhari-hari tanpa henti. Curah hujan yang tinggi ini menyebabkan banjir di Palembayan dan Malalak Kabupaten Agam, yang menyapu rumah warga dan merenggut ratusan nyawa dalam semalam. Di pintu masuk Kota Padang Panjang, juga terjadi longsor yang menimbun jalan raya dan menewaskan puluhan warga yang sedang melintas. Bagi urang awak yang merantau, kabar duka itu bisa datang lewat pesan singkat dari kampung, kabar bahwa rumah orang tua sudah terendam, jalan menuju nagari terputus, dan sanak saudara yang mengungsi ke masjid atau sekolah terdekat.