Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Konferensi Vokasi (SENAVOKSI) dengan tema “Hilirisasi Ekonomi dan Digitalisasi UMKM: Peran Strategis Lulusan Vokasi Berdaya Saing” di Convention Hall Universitas Andalas, Selasa (3/11). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat kontribusi pendidikan vokasi dalam mendorong hilirisasi ekonomi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri UMKM Republik Indonesia, Helvi Yuni Moraza, S.E., yang diwakili oleh Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, M. Riza Adha Damanik, S.T., M.Si., Ph.D., IPU. Seminar ini juga menjadi momentum bagi UNAND untuk memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi, dunia usaha, dan industri dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa penyelenggaraan SENAVOKSI merupakan bagian dari momentum satu tahun sejak diluncurkannya program pendidikan vokasi di UNAND. Ia berharap, ke depan pendidikan vokasi UNAND dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing.
“Seminar ini diselenggarakan dalam rangka satu tahun diluncurkannya vokasi. Semoga ke depannya pendidikan vokasi UNAND semakin baik dan mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing,” ujarnya.
Rektor UNAND, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., dalam sambutannya menekankan pentingnya mengubah struktur ekspor Indonesia agar tidak lagi bergantung pada bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah melalui inovasi dan hilirisasi.
Menurutnya, hasil riset perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian. Oleh karena itu, kolaborasi antara pendidikan akademik dan pendidikan vokasional menjadi penting dalam mendorong pemanfaatan hasil penelitian menjadi produk dan inovasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Bagaimana kita mengubah struktur ekspor, tidak lagi bahan mentah, tetapi menghasilkan inovasi. Hasil riset yang dihasilkan UNAND tidak hanya berakhir sebatas dokumen. Itulah gunanya kolaborasi antara pendidikan akademik dan pendidikan vokasional,” ungkapnya.
Rektor juga menyampaikan bahwa berdasarkan kunjungannya ke Tiongkok, peluang pengembangan pendidikan vokasi UNAND tidak hanya terbatas pada pasar Indonesia, tetapi juga berpotensi menjangkau kawasan ASEAN hingga Tiongkok. Hal ini menjadi peluang bagi UNAND untuk memperkuat kompetensi lulusan agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Melalui SENAVOKSI, UNAND terus mendorong penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri, pengembangan kewirausahaan, serta hilirisasi hasil riset. Upaya ini diharapkan dapat melahirkan lulusan vokasi yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional. (N)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.
