Padang - Universitas Andalas (UNAND) terus menunjukkan komitmennya dalam respons kemanusiaan dengan memperkuat upaya tanggap bencana di wilayah Palembayan dan sekitarnya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pada tahap lanjutan bantuan ini (6/12/), UNAND kembali mengirimkan tim medis lengkap beserta dukungan logistik kesehatan untuk memperkuat pelayanan di lapangan.
Pengiriman tim tersebut merupakan kelanjutan dari misi awal yang telah dimulai sejak Rabu (3/12/2025). Tim pertama yang diterjunkan bertugas melakukan observasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Dari hasil pemetaan di lapangan, diketahui bahwa kebutuhan paling mendesak adalah layanan kesehatan yang berkelanjutan serta dukungan logistik medis.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pada keberangkatan berikutnya UNAND menugaskan tim dengan komposisi tenaga kesehatan yang lebih lengkap. Tim ini membawa berbagai perlengkapan serta amunisi kesehatan untuk mendukung pelayanan medis di lokasi terdampak.
Tim medis Universitas Andalas terdiri dari dokter-dokter spesialis, konsultan, serta dokter residen atau mahasiswa pendidikan dokter spesialis. Sejumlah dokter spesialis yang terlibat antara lain dari bidang Ortopedi dan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Selain itu, tim juga diperkuat oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan yang berperan penting dalam penanganan kasus-kasus medis lanjutan.
Tidak hanya tenaga medis, UNAND juga mengerahkan staf dan relawan lintas disiplin. Tenaga dari Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) turut terlibat untuk mendukung aspek promotif dan preventif kesehatan masyarakat, sementara beberapa apoteker dari Fakultas Farmasi memastikan ketersediaan, distribusi, serta penggunaan obat-obatan secara tepat di lapangan.
Keterlibatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dalam misi kemanusiaan ini juga semakin diperkuat melalui sinergi dengan organisasi profesi. Pada pengiriman hari ini saja, delapan orang dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) dikerahkan untuk membantu pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sebelumnya, UNAND juga telah mengirimkan dokter spesialis dari bidang Gizi, Penyakit Dalam, serta Ilmu Kesehatan Anak (IKA).
Selain memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, Posko Tanggap Bencana UNAND juga difungsikan sebagai pusat koordinasi. Posko ini terbuka untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi lain, lembaga kemanusiaan, maupun organisasi sosial yang ingin berkontribusi dalam upaya penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah Agam.
UNAND berharap kehadiran tim medis dan logistik ini dapat mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat terdampak, baik dari sisi kesehatan fisik maupun ketahanan sosial. Fokus utama bantuan UNAND tidak hanya pada penanganan darurat, tetapi juga pada upaya membangun kembali ketahanan (resilience) masyarakat agar dapat kembali menjalani aktivitas kehidupan secara normal.
Melalui misi kemanusiaan ini, Universitas Andalas menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir dan berperan aktif sebagai bagian integral dari proses pemulihan daerah terdampak bencana, sejalan dengan nilai pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik

