Padang (UNAND) – Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Andalas (UNAND) berkolaborasi dengan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) menegaskan komitmen pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat “Membantu Nagari Membangun”.

Program ini menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta warga terdampak banjir bandang di Kelurahan Lambung Bukit dan Kelurahan Kepala Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang pada 22 Desember 2025.

Banjir bandang pada akhir November 2025 meninggalkan dampak serius bagi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM di sekitar kawasan kampus. Banyak pelaku usaha mengalami gangguan produksi dan keterbatasan peralatan, sementara warga terdampak membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar. Merespons kondisi tersebut, FATETA UNAND menyalurkan bantuan berupa perlengkapan produksi untuk UMKM serta bantuan pangan bagi masyarakat terdampak sebagai langkah awal percepatan pemulihan.

Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat FATETA, Dr. Mislaini, S.TP., MP., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk menyalurkan bantuan material, tetapi juga mendukung pemulihan ekonomi secara berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan masyarakat, disertai arah pendampingan yang lebih terstruktur agar usaha kecil dapat kembali berjalan dan pulih lebih cepat.

Dukungan PATPI turut memperkuat kegiatan ini. Ketua PATPI Sumatera Barat, Prof. Dr. Ir. Aisman, M.Si., yang mewakili PATPI Pusat, menyampaikan bahwa keterlibatan PATPI merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral organisasi profesi untuk hadir bersama masyarakat di masa sulit. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu UMKM dan warga terdampak bangkit kembali, sekaligus menjadi simbol solidaritas PATPI bagi korban bencana.

Program ini menegaskan kontribusi UNAND terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan UMKM melalui dukungan perlengkapan produksi selaras dengan SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, karena membantu usaha kecil kembali beroperasi, memulihkan pendapatan keluarga, dan meningkatkan produktivitas ekonomi lokal pascabencana. Penyaluran bantuan pangan kepada warga terdampak juga relevan dengan SDGs 1 tentang penghapusan kemiskinan dan SDGs 2 tentang ketahanan pangan, karena memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa pemulihan.

Wakil Rektor IV UNAND Prof. Henmaidi, menyampaikan bahwa program pemulihan berbasis penguatan UMKM merupakan bentuk pengabdian yang berdampak karena menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, bantuan yang tepat sasaran dan disertai pendampingan dapat memperkuat ketahanan sosial-ekonomi komunitas pascabencana sekaligus mempercepat pemulihan layanan dan aktivitas warga.

Melalui Program “Membantu Nagari Membangun”, FATETA UNAND bersama PATPI menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi harus diarahkan pada kebangkitan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan memperkuat UMKM dan mendukung warga terdampak, UNAND menunjukkan kontribusi terukur terhadap SDGs: pemulihan ekonomi lokal (SDGs 8), pengurangan kerentanan sosial (SDGs 1 dan SDGs 2), serta kemitraan multipihak yang mempercepat pemulihan komunitas (SDGs 17).(*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik