Padang (UNAND) - Komitmen Universitas Andalas (UNAND) dalam menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Dosen Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik UNAND, Dr. Eng. Zulkarnaini, S.Si., M.T., mempresentasikan hasil penelitiannya pada IWA Nutrient Removal and Recovery Conference (NRR2026) yang berlangsung di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, pada 17–21 Mei 2026.
Konferensi yang diselenggarakan oleh International Water Association (IWA) tersebut merupakan salah satu forum ilmiah bergengsi di dunia dalam bidang penghilangan dan pemulihan nutrien dari air limbah. Mengusung tema “From Curiosity-Driven Research to Disruptive Innovations”, kegiatan ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas perkembangan teknologi pengolahan air limbah dan ekonomi sirkular.
Zulkarnaini menuturkan partisipasi dalam forum tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang riset yang telah ia kembangkan sejak menempuh studi doktoral di Kanazawa University, Jepang. Penelitian yang dipresentasikan berfokus pada teknologi anammox (anaerobic ammonium oxidation), yaitu proses biologis yang memanfaatkan bakteri khusus untuk menghilangkan senyawa nitrogen dari air limbah dengan kebutuhan energi yang lebih rendah dibandingkan teknologi konvensional.
“Ini menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa riset yang dikembangkan di Universitas Andalas mampu berkontribusi dalam diskusi ilmiah global mengenai masa depan pengolahan air limbah yang lebih berkelanjutan,” ujarnya pada Senin (15/6).
Sepulang dari Jepang, ia melanjutkan pengembangan riset tersebut di UNAND dengan mengeksplorasi berbagai sumber mikroorganisme lokal Indonesia yang berpotensi mengandung bakteri anammox. Melalui penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan, timnya berhasil melakukan eksplorasi, pengayaan, hingga kultivasi bakteri anammox dari berbagai lingkungan alami di Indonesia. Pencapaian ini menjadi penting karena bakteri anammox dikenal memiliki laju pertumbuhan yang sangat lambat dan sulit dikultivasi.
Berbagai inovasi kemudian lahir dari riset tersebut, mulai dari pemanfaatan material lokal sebagai media pembentuk biofilm hingga pengembangan reaktor anammox yang sesuai dengan kondisi tropis Indonesia. Saat ini, UNAND bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan sistem pengolahan air limbah berbasis kombinasi teknologi anammox dan struvite recovery untuk limbah industri tahu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Selain mengurangi pencemaran lingkungan, teknologi tersebut memungkinkan pemulihan nutrien menjadi struvite yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk. Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan tren global yang mendorong pengolahan air limbah tidak hanya untuk menghilangkan polutan, tetapi juga memulihkan sumber daya yang bernilai ekonomi.
Partisipasi pada NRR2026 turut membuka peluang kolaborasi internasional serta memperkuat kontribusi UNAND terhadap berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 6, SDG 9, SDG 13, dan SDG 17.
Kegiatan ini didanai oleh LPDP atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition) berdasarkan Kontrak Nomor 4304/B3/DT.03.08/2025.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik


