Lombok (UNAND) – Komitmen Universitas Andalas (UNAND) dalam mendorong pengembangan kewirausahaan yang inklusif kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Tim peneliti UNAND mempresentasikan hasil riset mengenai strategi inovasi digital dan keberlanjutan usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penyandang disabilitas pada The 8th International Conference on Rural Development and Entrepreneurship (ICORE) 2026 yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Penelitian tersebut diketuai oleh Associate Professor Dessy Kurnia Sari, pakar perilaku konsumen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, bersama tim peneliti dari Universitas Sriwijaya, Universitas Halu Oleo, Majmaah University Arab Saudi, serta Universitas Andalas. Kolaborasi lintas perguruan tinggi nasional dan internasional ini menjadi wujud sinergi akademik dalam menghasilkan riset yang memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem kewirausahaan inklusif di Indonesia.
Dalam forum ilmiah tersebut, tim memaparkan hasil penelitian mengenai praktik pemasaran dan kewirausahaan inklusif yang dijalankan oleh penyandang disabilitas di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan pelaku UMKM penyandang disabilitas dari berbagai daerah. Sebagian besar partisipan merupakan wirausaha dengan keterbatasan fisik yang memengaruhi mobilitas dan aktivitas bisnis mereka.
Data penelitian dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo 14 untuk mengidentifikasi berbagai tema utama, seperti inovasi bisnis, keberlanjutan usaha, persepsi konsumen, hingga tantangan yang dihadapi pelaku usaha penyandang disabilitas dalam mengembangkan bisnisnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya saing UMKM penyandang disabilitas. Pemanfaatan media sosial dan fitur live streaming terbukti efektif dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, serta membangun kepercayaan konsumen. Selain itu, dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta hubungan yang baik dengan pelanggan menjadi modal sosial yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Di sisi lain, penelitian juga mengungkap masih adanya berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha penyandang disabilitas, seperti keterbatasan fisik, akses terhadap teknologi digital, hingga stigma sosial yang memengaruhi peluang mereka dalam mengembangkan usaha.
Ketua tim peneliti, Associate Professor Dessy Kurnia Sari, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ICORE 2026 menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan hasil penelitian Indonesia kepada komunitas akademik internasional sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan para peneliti dari berbagai negara.

"Forum ICORE memberikan kesempatan bagi kami untuk mendiskusikan hasil penelitian bersama akademisi internasional serta memperoleh berbagai perspektif baru dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pemberdayaan UMKM penyandang disabilitas melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan kapasitas kewirausahaan, dan perluasan akses pasar.
Penelitian ini juga menjadi kontribusi nyata Universitas Andalas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan riset yang mendorong pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
